Sayangnya fasilitas penataan tersebut tidak bisa sesuai yang diharapkan dengan alasan tidak ada anggaran dan permintaan warga.
“Kita nggak bisa bangun di tengahnya. Satu, anggaran yang nggak ada. Kedua, permintaan warga juga, itu bisa mixed use. Bahwa warga suatu hari pakai, itu bisa dipakai rame-rame. Tapi khusus untuk rame untuk yang bentuknya naik ke atas gitu, nanti akan dibikin sementara untuk tujuan kejuaraan,” paparnya.
Begitupun untuk lapangan Sekolah Sepak Bola (SSB) pihaknya akan bekerjasama dengan ASKOT agar bisa mengelola tempat SSB yang lebih baik dari lokasi tersebut. Terutama di beberapa lapangan yang memang fasilitasnya untuk sepak bola bisa diperbaiki.
“Saya akan bekerjasama dengan ketua PSSI Jawa Barat yang baru terpilih untuk memastikan bahwa pembangunan dan fasilitas dari lapangan sepak bola di Kota Bandung itu menjadi salah satu yang terbaik.
Tega-lega akan segera diperbaiki, tapi memang sangat tergantung dari optimalisasi pemanfaatan ruang di gede banget. Betul, kita akan mencari titik-titik tempat latihan yang lebih baik,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan