Dalam kesempatan itu Adi juga menyampaikan ada salah satu destinasi wisata di Kota Bandung yang memperoleh prestasi dalam penilaian wisata ramah Muslim tingkat Jawa Barat.
”Museum Geologi, disana fasilitas dan layanan pariwisata sangat memperhatikan kebutuhan umat Muslim. Misalnya, menyediakan tempat salat yang jelas lokasinya, nyaman, strategis, dan tidak tersembunyi, fasilitas tempat wudu diperhatikan, termasuk pemisahan antara fasilitas bagi laki-laki dan perempuan. Dan yang tak kalah penting kepastian status kehalalan makanan yang dijual maupun disajikan kepada wisatawan dengan dibuktikan sertifikasi halal dari lembaga berwenang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), Priyadi Abadi menyampaikan, ASTINDO berdiri pada 1999 dan pada awalnya berada di bawah naungan Departemen Perhubungan.
Berawal dari kondisi industri perjalanan setelah krisis ekonomi 1998 yang menyebabkan nilai tukar dolar Amerika Serikat meningkat dan harga tiket perjalanan melonjak. Saat itu 25 biro perjalanan membentuk asosiasi bernama ASTINDO, dengan tujuan menata kembali tata kelola penjualan tiket.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan