CFD Kota Bekasi Dihentikan Sementara

CFD bekasi dihentikan sementara.

KOTA BEKASI, Prolite – Berdasarkan Surat Edaran yang bernomor surat 660.1/523/ dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi mengumumkan untuk Penghentian Sementara Hari Bebas Kendaraan/Car Free Day (CFD) pada Minggu tanggal 22 Januari 2023.

Penghentian sementara ini karena bertepatan dengan Hari Raya Imlek yang jatuh tepat pada hari minggu tersebut, sekaligus menghormati perayaan Imlek untuk yang menjalaninya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yudianto menegaskan untuk membantu sosialisasi kepada seluruh penikmat Hari Bebas Kendaraan/Car Free Day pada minggu ini, karena bertepatan dengan hari raya Imlek serta cuti bersama.

” Kita sosialisasikan, sementara Car Free Day kita hentikan sementara. Penghentian ini hanya berlaku untuk hari Minggu (22/1) besok saja. Mengingat kita harus menghormati perayaan Imlek dan kebetulan bertepatan dengan cuti bersama,” tegasnya.

Pemerintah daerah setempat meminta segenap unsur terkait untuk membantu sosialisasi kepada seluruh penikmat hari bebas kendaraan di daerah itu agar masyarakat luas mengetahui surat edaran tersebut.

CFD ini akan segera dibuka kembali pada akhir pekan pada tanggal 29 Januari 2023, dan pastinya para warga bisa kembali menikmati olahraga santai dengan keluarga ataupun untuk menikmati santapan jajanan di area tersebut.

“”Warga bisa kembali menikmati olahraga santai dengan keluarga ataupun sekadar untuk menikmati santapan jajanan di area tersebut akhir pekan depan,” kata dia. (*/red)




Musrenbang Serentak di Sejumlah Kelurahan

Musrenbang

KOTA BEKASI, Prolite – Dalam rangka penyusunan RKPD Kota Bekasi tahun 2024, pada 19 Jan 2023 serempak diadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di kantor kelurahan se-Kota Bekasi.

Seperti di Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Pondokgede, kali ini mengangkat tema “Penguatan Fungsi Pemerintah Melalui Reformasi Birokasi dan Transformasi Layanan Berbasis Digital”

Dalam rangka percepatan pelayanan publik di kelurahan, rencana mereka akan membuat program satu laptop satu RW, guna mempermudah komunikasi antar warga, sedangkan untuk mendukung digitalisasi data, mereka akan membuat server di setiap kelurahan guna menampung data base warga seperti; warga disabilitas, warga miskin, warga yang sakit dll. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong percepatan pelayanan publik. Selain itu, mereka juga akan membuat klinik 24 jam yang bernama “Siaga Kesehatan” untuk layanan kesehatan warga walaupun nanti dalam praktik dilakukan dengan model sifting tunggu baik itu petugas puskesmas, perawat atau dokter terkait.

Diwaktu yang sama, Ketua Dewan Pakar TP3 Dr. Sumarsono, MDM ikut menghadiri acara musrenbang secara langsung di kelurahan Pengasinan kecamatan Rawalumbu dan berbicara langsung dengan lurah dan jajarannya untuk memastikan Musrenbang kali ini berjalan dengan baik dan lancar.

Dari informasi yang diperoleh ada sekitar 330 usulan dari beberapa RT dan RW yang sudah terkumpul hingga hari ini di Kelurahan Pengasinan saja, belum kelurahan lainnya. Dinamika kebersamaan terlihat nyata, yang membuktikan adanya semangat gotong royong antar warga. Adapun pelaksanaan Musrenbang ini, dibiayai oleh pihak ketiga melalui e-catalog.

Menurut pak Sumarsonono, problem utama di kelurahan adalah tidak ada biaya operasional atau taktis untuk anggaran kelurahan dalam pemantauan menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan (Binwas) wilayah dan hanya mengandalkan uang pribadi. Akibatnya, lurah sering tombok dan tidak ada sisa gaji yang di bawa pulang.

Dalam kunjungannya, Ketua TP3 Sumarsono juga menemukan bahwa monografi kelurahan masih tahun 2021, kurang up to date, dan ini akan mejadi problem untuk pendataan wilayah jika tidak diperbaruhi. Tetapi untungya, di setiap kelurahan dan RW di Kota Bekasi ada namanya “Pamor” atau pekerja yang khusus di tugaskan sebagai perpanjang tangan pelayan publik. Sehingga sekarang dalam pengurusah KTP, kartu keluarga, atau keperluan admistrasi lainya sangat terbantu dengan adanya pamor tersebut. Pelayanan publik semakin mudah dan masyarakat telah merespon dengan baik serta mendukung penuh keberadaan Pamor. Ini artinya apa? Artinya, Kota Bekasi Keren.(rls/red)




Tarif Parkir Off Street Ditinjau Ulang

tarif parkir kota bandung

BANDUNG, Prolite – Peraturan penyesuaian tarif parkir luar badan jalan atau off street kembali ditinjau Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Meski masih ada beberapa lokasi parkir off street yang menerapkan tarif baru, tapi tarif akan kembali normal diperkirakan 2-3 hari mendatang.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana seusai peresmian Seke Buka Tanah Kelurahan Pasir Wangi Ujungberung, Kamis 19 Januari 2023.

“Kita luruskan dulu, penyesuaian tarif ini untuk yang off street. Off street itu lahan parkir yang dikelola oleh pihak swasta dan mereka biasanya berinvestasi di sana. Tadinya harapan kami dengan penyesuaian off street di lahan milik swasta, semakin banyak gedung parkir yang dibangun. Sehingga ada kelayakan dari nilai ekonomis. Semoga bisa juga mengurangi jumlah parkir di badan jalan,” ungkap Yana.

Namun, kebijakan ini ternyata menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi di Kota Bandung, sehingga hasil kajiannya diputuskan untuk menunda penyesuaian tarif parkir off street. Meski sebenarnya, Pemkot Bandung telah menerapkan batas bawah parkir sebesar dan batas atas parkir yakni .

“Kemarin karena menjadi salah satu penyumbang inflasi yang tinggi juga di Kota Bandung, akhirnya hasil kajian ini kita tunda. Kemarin sudah ada beberapa tempat yang menyesuaikan peraturan ini karena mereka sistemnya sudah disetting. Tapi ternyata sekarang sistemnya harus disesuaikan kembali, sehingga butuh 2-3 hari baru kembali dengan tarif normal,” ujarnya.

Keputusan ini telah disampaikan melalui surat edaran Dishub untuk melakukan penyesuaian ulang penurunan tarif parkir off street.

Selain itu, Yana juga mengimbau perlu adanya sosialisasi lebih gencar kepada masyarakat terkait berita ini. Sebab masih banyak warga yang mengira tarif parkir yang naik adalah on street atau lokasi parkir badan jalan.

Orang beranggapan parkir badan jalan yang naik, padahal parkir off street. Sosialisasinya pun harusnya bisa lebih digencarkan kembali.

Ia menambahkan, rencana jangka panjang dari kebijakan ini adalah menyiapkan infrastruktur transportasi publik yang aman, nyaman,dan tarifnya pun terjangkau. Dengan adanya penyesuaian tarif parkir, diharapkan masyarakat beralih ke transportasi publik, sehingga bisa meminimalisasi kemacetan.

“Dalam jarak dekat ini transportasi yang kami inginkan berbasis bus. Sebenarnya kami juga ingin transportasi berbasis kereta tapi investasinya cukup tinggi,” katanya.

“Kami sudah berbicara dengan pihak provinsi, ada satu koridor yang akan dibangun dibiayai oleh pemprov dan pemerintah pusat, itu koridor Bandung Utara ke selatan. Dari babakan Siliwangi ke terminal Leuwipanjang berbasis LRT. Mudah-mudahan bisa segera dibangun tahun ini,” imbuh Yana.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Dadang Darmawan menuturkan, draft surat keputusan penundaannya sudah masuk ke bagian hukum per Senin, 16 Januari 2023.

“Mudah-mudahan bisa disosialisasikan lagi ke pihak operator parkir off street. Selain itu, BPS juga akan menghitung ulang inflasi di Kota Bandung,” kata Dadang.

Menambahkan keterangan Dadang, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bandung, Khiarur Rijal mengatakan, parkir badan jalan menyumbang masalah kemacetan di Kota Bandung. Sehingga perlu mendorong off street untuk mengembalikan fungsi badan jalan.

“Maka iklim investasinya harus kita jaga, salah satunya dengan menyesuaikan tarif sewa parkir di luar badan jalan (off street). Dengan adanya penyesuaian tarif pengelolaan parkir dapat meningkatkan pelayanan terhadap perparkiran,” tutur Rijal.(**/kai)




Dispensasi Nikah Marak, Pemkot Gencar Sosialisasi

Dispensasi Nikah

Maraknya Pasangan Bawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah

BANDUNG, Prolite -Banyaknya pengajuan dispensasi nikah kepada masyarakat di usia pelajar atau di bawah umur membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah untuk menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung.

Imbauan ini disampaikan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Kamis 19 Januari 2023.

“Saya belum dapat informasi angka pastinya. Sebaiknya itu ditanyakan ke Kementerian Agama. Kalaupun iya, kami cukup prihatin juga. Kami berharap Dinas Pendidikan bisa terus mengedukasi siswa siswi untuk jangan melakukan pernikahan dini,” ujar Yana.

Menurut data Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung, sebanyak 143 warga Bandung mengajukan dispensasi nikah. Mayoritas karena hamil di luar nikah di usia yang masih muda.

Ia juga telah meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada para orang tua dan sekolah mengenai pernikahan dini atau seks di luar nikah.

“Bahwa itu di luar norma, etika, termasuk nilai-nilai agama. Itu harus disosialisasikan terus,” tegasnya.

Terkait regulasi mengenai dispensasi pernikahan dini ini, Yana menyampaikan, jika hal tersebut sudah masuk dalam ranah Kementerian Agama.

Namun, untuk mengurangi angka tersebut, seluruh pihak harus ikut menyosialisasikan dan mengedukasi kelompok usia tersebut.

“Harus kita pantau dan terus edukasi kepada anak-anak kelompok usia tersebut agar mereka paham bahwa hal itu tidak boleh dilakukan,” ungkapnya. (*/kai)




Wujudkan Kota Sehat, Seluruh Elemen Berolaborasi

BANDUNG, Prolite – Untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota Sehat membutuhkan kolaborasi dan sinergisitas seluruh elemen. Tak hanya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetapi juga seluruh warga Kota Bandung.

Hal itu dilontarkan Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Kota Bandung, Yaya Sunarya saat sosialisasi penyelenggaraan Kota Sehat bagi tim pembina Kota Sehat Kota Bandung di Hotel Grandia Jalan Cihampelas, Kamis 19 Januari 2023.

Menurut Yaya, Kota Bandung harus memenuhi 9 tatanan yang menjadi kriteria penilaian dalam indikator Kota Sehat.

Sebanyak 9 tatanan yang perlu dilaksanakan, yaitu tatanan permukiman, sarana dan prasarana sehat; tatanan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi sehat; tatanan industri dan perkantoran sehat.

Selain itu adalah tatanan kawasan pariwisata sehat; pertambangan sehat; hutan sehat; kehidupan masyarakat sehat yang mandiri; ketahanan pangan dan gizi; serta tatanan kehidupan sosial yang sehat.

“Untuk melaksanakan 9 tatanan tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan sinergisitas stakeholder terkait. Sangat dibutuhkan peran aktif semua pengurus dan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar nantinya kita dapat memenuhi semua persyaratan verifikasi,” kata Yaya mewakili Kepala Bapelitbang Kota Bandung Anton Sunarwibowo.

Sosialisasi ini merupakan persiapan menjelang verifikasi. Sosialisasi ini diinisiasi Badan Bapelitbang Kota Bandung.

“Sebelum kita melangkah dalam membuat program kerja dan rencana kerja, maka perlu kita sama-sama pahami 9 tatanan yang menjadi indikator penilaian dalam lomba Kabupaten Sehat,” jelas Yaya.

Sementara itu, Narasumber Sosialisasi, Dewi Marliana menjelaskan, penghargaan Swastisaba dalam Kabupaten/Kota Sehat merupakan salah satu bukti pengakuan dari pemerintah pusat terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan suatu kondisi wilayah.

“Masyarkat bisa hidup bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni sebagai tempat bekerja bagi warganya. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi. Ujungnya, mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat,” Katanya.

Dewi mengapresiasi komitmen Pemkot Bandung.

“Saya kira kota Bandung sudah berkomitmen baik menerapkan penyelenggaraan kota Sehat. Terbukti dengan Swasti Saba yang diraih,” jelasnya.

Perlu diketahui, tahun 2016, Kota Bandung meraih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang diterima langsung oleh Sekda Kota Bandung, Yossi irianto.

Pada tahun 2017, Kota Bandung kembali penghargaan Swasti Saba Wistara yang diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

Selama ini, Kota Bandung telah menggulirkan sejumlah program di bidang kesehatan. Di antaranya, Layad Rawat, Omaba (Ojek Makanan Balita), Motor Ambulans dan Kekasih (Kendaraan Konseling Silih Asih) dan juga terbentuknya Forum Rembug Peduli Bandung Sehat (FRPBS).(*/kai)




Yana Mulyana: Toleransi Kuatkan Bandung Agamis

Yana Mulyana

BANDUNG, Prolite – Sebagai sebuah kota terbuka, suku, agama, ras, dan antar golongan di Kota Bandung sangat beragam. Beragam perbedaan ini membuat Kota Bandung menjadi lebih indah. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada acara Silaturahmi bersama Umat Konghucu dalam rangka menyambut Imlek di Balai Kota Bandung, Rabu 18 Januari 2023 malam.

Keindahan itu muncul karena dengan perbedaan, warga Kota Bandung tetap saling menghormati dan melengkapi.

“Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi asas kebhinekaan kita harus terus bergotong royong dalam menjaga kesatuan dan persatuan, demi terciptanya kedamaian umat beragama di Kota Bandung,” kata Yana.

Menurutnya, sikap toleransi warga Kota Bandung selama ini merupakan perwujudan dari Bandung Agamis. Warga telah memahami bahwa keberagaman menjadi kekuatan dalam terciptanya kerukunan antar umat beragama.

“Hadirnya kampung toleransi di Kota Bandung menjadikan bentuk implementasi dari perwujudan tersebut,” tuturnya.

Saat ini sudah ada 5 kampung toleransi di Kota Bandung. Kelimanya yaitu di Kampung Toleransi Gang Luna, Paledang, Dian Permai, Balong Gede, dan Kampung Toleransi Kebon Jeruk.

Yana bersyukur keberadaan kampung toleransi dipelihara dengan aksi-aksi nyata komunitas Tionghoa melalui berbagai bantuan kepada warga lainnya.

“Mudah-mudahan upaya ini juga menjadi bagian dari upaya merawat Kota Bandung sebagai rumah bersama. Setiap perbedaan mendapat tempat untuk tumbuh dan berkembang dalam semangat kekeluargaan,” kata Yana.

Menurut Yana Mulyana, perayaan Imlek juga memiliki mempererat hubungan sosial serta mendorong kegiatan ekonomi.

“Tradisi ini mampu meningkatkan interaksi antar keluarga dan sesama. Intensitas perjalanan antar daerah, transaksi perdagangan dan peredaran uang, serta merangsang aktivitas usaha penyedia makanan-makanan tradisional,” ujarnya.

Yana yakin manfaat perayaan Imlek akan semakin bertambah jika nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya tetap dipelihara dan ditingkatkan dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi.

“Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili menurut mitologi Tiongkok merupakan tahun kelinci air. Hewan yang memiliki sifat keuletan dan ketahanan yang bermakna baik dalam meningkatkan perekonomian di berbagai sektor,” tutur Yana.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, Suherman mengatakan tahun baru Imlek merupakan lambang kegembiraan dan kehangatan. Hal ini mengandung konsep kepedulian keluarga menghormati orang tua dan mengasihi anak-anak.

“Maka Imlek ini banyak makna di dalamnya juga mementingkan kerukukan dan keharmonisan. Mari rukun dan bersatu dalam mengatasi tantangan yang kompleks terus meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.

Salah satu perwakilan tokoh Konghucu, Asep Hadiyat mengungkapkan, esensi tahun baru Imlek yaitu memberikan semangat baru dalam hidup.

“Ini menjadikan introspeksi diri selama perjalanan waktu satu tahun ke belakang,” tuturnya.(rls/kai)




Gedung IBI Kota Bekasi Diresmikan

KOTA BEKASI, Prolite – Berlokasi di Kelurahan Kalibaru, Medan Satria, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto resmikan gedung baru Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Bekasi pada Rabu, (18/01) kemarin.

Sebelumnya, sudah dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan gedung tersebut pada bulan Juli 2022 yang lalu dan sekarang sudah siap dipakai dan siap menjadi wadah bagi para bidan se-Kota Bekasi dan terkoneksi ke IBI Provinsi Jawa Barat.

Terkait tugas dan fungsi IBI Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa kinerja para bidan di Kota Bekasi sangat luar biasa apalagi saat menghadapi puncak masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, Tri mengatakan semua bidan yang ada di Kota Bekasi telah menjadi garda terdepan turut serta menangani kasus covid di Kota Bekasi.

“Kontribusi yang besar ketika menghadapi Covid-19 yang sedang tinggi-tingginya saat itu telah dibuktikan oleh peran kerja aktif para bidan di Kota Bekasi dalam mendedikasikan diri untuk menjadi tenaga kesehatan yang bersedia merawat dan menjaga para pasien Covid-19 di saat yang lain menjalankan isolasi mandiri dan saya ucapkan terima kasih atas kerja tulus dan ikhlasnya,” ujar Tri.

Tri Adhianto juga menyampaikan apa yang menjadi pesan Presiden RI Joko Widodo pada Rakornas kemarin (17/01) terkait penanganan stunting, yang dalam hal ini sangat diperlukan peran aktifnya para bidan dalam menanggulangi dan mencegah Stunting di Kota Bekasi.

“Jadi kemarin saya menghadiri Rakornas, dari beberapa point yang disampaikam, Presiden RI menyampaikan agar setiap Kepala Daerah dapat menekan pertumbuhan stunting, yang dalam hal ini sangat dibutuhkan Peran serta para bidan untuk mengurangi dan mencegah Stunting di Kota Bekasi, dengan memberikan edukasi kepada para ibu hamil karena tugasnya bidan sebagaimana kita ketahui adalah mempersiapkan para ibu hamil untuk mempersiapkan diri baik dalam saat merawat dan bahkan setelah persalinan, agar bayinya dapat lahir selamat dan sehat,” imbuh Tri.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan batu prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda telah diresmikannya gedung IBI Kota Bekasi.(rls/red)




Persipasi Juara

persipasi juara

KOTA BEKASI, Prolite – Persipasi Juara ! Persipasi Kota Bekasi berhasil menorehkan prestasi terbesarnya dengan menyabet Gelar Juara Liga 3 seri 1 Jawa Barat seusai mengalahkan Dejan Fc di pertandingan Grand Final dengan skor tipis Persipasi 1-0 Dejan Fc di Stadion Kebanggaan warga Kota Bekasi Stadion Patriot Candrabhaga.

Berlaku sebagai tuan rumah dihadapan seluruh pendukung atau supporternya sendiri menjadikan permainan dari punggawa Persipasi tampil trengginas dan sangar dengan terus memberikan gempuran ke gawang Dejan Fc

Namun Dejan Fc pun memberikan perlawanan yang sengit sehingga membuat pertandingan Final hingga babak paruh waktu masih menghasilkan skor imbang 0-0 bagi kedua tim, lalu memasuki babak kedua barulah terciptanya gol tunggal yang berhasil dilesahkan oleh pemain dari Persipasi Kota Bekasi yaitu Yoga Ariafianto.

Sontekan pemain nomer punggung 11 Yoga Ariafianto ke sudut sempit kanan gawang dari kiper Dejan Fc tidak mampu dibendung sehingga gawang dari Dejan Fc kebobolan dan menghasilkan gol satu-satunya hingga akhir pertandingan dan membawa Persipasi Kota Bekasi berhasil menjadi juara.

Ketua Umum Persipasi Kota Bekasi, Tri Adhianto mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemain serta jajaran staff Persipasi Kota Bekasi yang telah berjuang memberikan seluruh kemampuannya dalam mengarungi Liga 3 seri 1 Jawa Barat ini sehingga kita berhasil mengangkat piala yang tentunya akan dipersembahkan untuk seluruh pendukung dan supporter warga masyarakat Kota Bekasi.

“Tentunya keberhasilan ini bukan datang hanya dari pemain dan jajaran saja melainkan juga karena adanya pemain ke-12 yaitu seluruh pendukung yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan disetiap pertandingannya dengan datang langsung kelapangan maupun pendukung yang menonton di Live Streaming kanal Youtube Pemerintah Kota Bekasi” ujar Tri

“Ini menjadikan spirit dan daya gedor tambahan bagi para pemain untuk menampilkan performa apik di setiap pekannya dalam mengarungi Liga 3, sehingga sudah sepantasnya Piala ini kita persembahkan untuk Kota Bekasi tercinta” tambahnya

“Dan juga saya berharap dengan kemenangan ini yang sudah jelas dapat menghantarkan kita untuk naik ke kasta yang lebih tinggi dapat segera terwujud dengan ditetapkannya kepengurusan PSSI yang baru sehingga menghasilkan keputusan yang baik untuk semua, baik itu Liga 2&3 yang sedang diberhentikan” tutupnya.(rls/red)




Camat Pastikan Linmas Turut Gelar Siskamling

BANDUNG, Prolite – Sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir tindak kejahatan, Paguyuban Camat Kota Bandung siap melakukan gerakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Paguyuban Camat bahkan telah menggelar rapat dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung terkait keamaman dan ketertiban di Kota Bandung.

Hasilnya, menurut Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Syukur Sabar, para camat akan menguatkan anggota Pelindungan Masyarakat (linmas) di setiap wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir tindak kejahatan.

Para anggota linmas akan digiatkan untuk menggelar Sistem Keamanan Keliling (siskamling). Untuk sasaran siskamling, Syukur mengatakan, dilaksanakan hingga di jalan terkecil seperti gang.

“Wilayah yang banyak kita patroli ke gang, intinya tiap kawasan harus terpantau,” tutur Syukur, Selasa 17 Januari 2023.

Untuk jumlah personel, tiap kecamatan dan kelurahan berbeda. Kecamatan sebanyak 10 orang, untuk kelurahan sebanyak 4-5 orang.

“Kita juga mendorong warga untuk ikut berperan bersama linmas juga jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan),” ujarnya.

Syukur juga mendorong kepada Karang Taruna untuk ikut bersama menjaga keamanan wilayah. Menjaga keamanan lingkungan juga merupakan tugas warga khususnya pemuda.

“Kita minta Karang Taruna aktif membantu siskamling di wilayahnya,” ujar Syukur.

Syukur juga memastikan aparat kewilayahan terus berkolaborasi dengan Bhabinkamtibnas juga Babinsa dalam menjaga keamanan.

“Itu tetap berjalan, jadi siskamling berjalan termasuk kegiatan dengan TNI dan Polri,” katanya.(*/kai)




Jokowi Pimpin Rakornas Kepala Daerah

KOTA BEKASI, Prolite – Jokowi memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah. Bertempat di Sentul International Convention Centre (SICC), Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menghadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda bertajuk “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi”.

Tri didampingi unsur Forkopimda lainnya yang terdiri dari Kapolres Metro Bekasi Kota, Dandim 0507/ Bekasi, dan Ketua DPRD Kota Bekasi.

Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta Wakil Presiden K.H Ma’aruf Amin. Adapun tujuan hadirnya Kepala Daerah beserta anggota Forkopimda se- Indonesia adalah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi maupun pengendalian inflasi di daerah.

Selain pengendalian inflasi, adapun hal-hal lainnya yang didiskusikan oleh Presiden kepada para peserta Rakornas adalah terkait peningkatan iklim investasi dan kemudahan berusaha di daerah; percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 menuju endemi; penurunan angka stunting dan kemiskinan di daerah; hingga peningkatan pelaksanaan jaring pengaman sosial.

Terkait pengendalian inflasi, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa inflasi di Indonesia sepanjang 2022 terkendali dengan baik.

“Memang angka inflasi di Indonesia masih terkendali, namun untuk mengantisipasi dan mencegah, saya minta seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota seluruh Indonesia untuk terus memantau harga, sehingga selalu terdeteksi sedini mungkin,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi pun juga menegaskan kepada Kepala Daerah untuk bisa cepat dalam mengambil tindakan dalam mengantisipasi naiknya harga kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat.

“Tolong seluruh Kepala Daerah sering masuk pasar cek betul apa data yang diberikan sesuai fakta di lapangan, jangan sampai saya dengar laporan dari warga terkait ketidakstabilan harga di pasar, dan akan saya langsung cek ke lapangan,” imbuh Jokowi.

Menanggapi seluruh arahan dari Presiden Jokowi, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto siap untuk menjalankan segala arahan beliau dan siap mengerahkan segala cara untuk mengendalikan inflasi juga mencegah agar angkanya tidak meningkat di sektor wilayah Kota Bekasi.

“Kami, Pemerintah Kota Bekasi siap untuk bekerja menuruti arahan Presiden. Akan kami kerahkan segala usaha untuk mengendalikan inflasi. Di tahun lalu, kami sudah lakukan pembagian Bantuan Langsung Tunai (Non-Bansos) kepada para warga yang tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat atau Daerah, itu salah satu cara kami dalam mengendalikan dan mencegah inflasi,” ujar Tri

Selain itu Tri juga mengatakan bahwasanya Pemerintah Kota Bekasi sudah mendorong warga masyarakat untuk dapat membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) pada tiap-tiap kelurahan, untuk dapat menghidupkan pertanian dengan metode apapun, dengan harapan dapat menekan inflasi di Kota Bekasi.

“Kita ketahui bersama, penyebab inflasi ialah menurunnya stok produksi, sehingga tingginya biaya produksi, tingginya permintaan pasar, oleh karenanya kami telah mendorong warga masyarakat untuk dapat membentuk kelompok tani lebih banyak lagi, untuk dapat menghidupkan pertanian dengan metode apapun dengan harapan dapat mencegah inflasi,” tambah Tri Adhianto.

Perihal pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar, Tri Adhianto pun menyampaikan, “akan kami maksimalkan dan optimalkan kinerja tim pengawasan harga bahan pokok di pasar-pasar, dan akan saya sampaikan juga ke para Camat dan Lurah agar mereka aktif juga untuk memantau semata-mata untuk memeratakan hasil evaluasi sehingga semua wilayah bisa ter-cover,” tutup Tri.(rls/red)