Pemkot Tinjau Ulang Penyesuaian Tarif Air Minum

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan meninjau ulang aturan Penyesuaian Tarif Pelayanan Air Minum dan Air Limbah yang mengalami penyesuaian pada Desember 2022 lalu.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Inflasi secara virtual di Balai Kota Bandung, Selasa 24 Januari 2023.

Penyesuaian tarif pelayanan air minum tersebut menyumbang inflasi tertinggi pada Desember 2022 di Kota Bandung sebanyak 1,77 persen. Pada tahun 2022 inflasi di Kota Bandung mencapai 7,54 persen.

Untuk itu, Yana menyebut akan mengeluarkan Keputusan Wali Kota Bandung (Kepwal) penundaan penyesuaian tarif Tarif Pelayanan Air Minum dan Air Limbah.

“Dalam waktu dekat kami menyiapkan kepwal penundaan tarif,” ujarnya.

Selain tarif air minum, beberapa komoditas penyumbang inflasi bulanan di Kota Bandung yakni bawang merah, tahu mentah, beras, dan cabai merah.

Dalam kesempatan tersebut, Yana juga memaparkan berbagai program dari Pemkot Bandung dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

“Di tahun 2023, beberapa hal konkret sebagaimana di tahun 2022 kami melakukan operasi pasar dan bazar di 30 kecamatan dan di 151 kelurahan bekerja sama dengan PKK,” katanya.

“Kami melakukan pasar kreatif bekerja sama dengan 7 mal dan menggelar 10 pasar murah,” imbuhnya.

Selain itu, monitoring harga berbagai komoditas setiap minggu pada pasar tradisional dan pasar modern serta berkoordinasi dan komunikasi dengan para distributor pangan.

Tak hanya itu, untuk memenuhi pangan sendiri, Kota Bandung telah menggalakkan program Buruan SAE.

“Alhamdulillah seminggu lalu kami panen raya bawang merah di 16 kecamatan sebanyak 1,5 ton. Kami juga dibantu Bank Indonesia untuk pengadaan bibitnya, Baznas untuk bantuan keuangan dan Kadin untuk menyerap hasil panennya,” ujarnya.

Yana berharap, dengan berbagai upaya tersebut dapat menurunkan angka inflasi di Kota Bandung pada triwulan pertama tahun 2023 ini.

“Kami akan tingkatkan di tahun 2023 untuk menekan inflasi, dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ungkapnya.(**/kai)




Jaga Keamanan, Siskamling Rutin Serentak

BANDUNG, Prolite – Ratusan aparat Linmas dan berbagai elemen masyarakat Kota Bandung serentak gelar Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling) di wilayahnya masing-masing secara rutin.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan meminimalisir tindak kejahatan serta sebagai gerakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman sesuai dengan arahan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Siskamling ini secara serentak dilakukan di 151 kelurahan dan 30 Kecamatan di Kota Bandung sejak 13 Januari 2023 lalu.

Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Syukur Sabar, para camat menurunkan anggota Pelindungan Masyarakat (linmas) di setiap wilayahnya untuk menggelar siskamling.

Masyarakat pun secara bergotong royong melakukan siskamling hingga di jalan terkecil seperti gang.

“Wilayah yang banyak kita patroli ke gang, intinya tiap kawasan harus terpantau,” ujarnya.

Untuk jumlah personel, tiap kecamatan dan kelurahan berbeda. Kecamatan sebanyak 10 orang, untuk kelurahan sebanyak 4-5 orang.

“Kita juga mendorong warga untuk ikut berperan bersama linmas juga jajaran Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan),” ujarnya.

Syukur juga memastikan aparat kewilayahan terus berkolaborasi dengan Bhabinkamtibnas juga Babinsa dalam menjaga keamanan.

“Itu tetap berjalan, jadi siskamling berjalan termasuk kegiatan dengan TNI dan Polri,” katanya

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum di Kota Bandung.

Ia menginstruksikan, Satpol PP dan Dishub untuk rutin menggelar patroli. Sedang aparat kewilayahan, Yana meminta siskamling kembali digiatkan

“Jaga keamanan. Untuk pihak kewilayahan, giatkan lagi. Di ranah pemerintah, kita minta Dishub, Satpol PP rutin gelar operasi,” ujar Yana.(**/kai)




Hari Ini, Vaksinasi Covid Dosis Keempat Disiapkan

ilustrasi vaksinasi covid

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mulai menyediakan vaksinasi Covid-19 dosis keempat di puskesmas. Vaksinasi covid penguat kedua ini diberikan kepada kelompok masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas mulai 24 Januari 2023.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang ditetapkan pada 20 Januari 2023.

“Puskesmas siap menerima permintaan masyarakat untuk vaksinasi penguat yang kedua. Hanya memang kami ingin melihat dulu seberapa besar animo masyarakat,” kata Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian.

Ia berharap, vaksinasi ini mendapat animo yang baik dari masyarakat karena merupakan bagian dari pencegahan Covid-19.

Anhar mengatakan, setiap puskesmas akan melaksanakan vaksinasi dosis penguat kedua setelah ada setidaknya 10 warga yang mendaftar. Untuk diketahui, setiap vial vaksin Covid-19 bisa digunakan untuk vaksinasi 10 orang.

“Kita lihat dulu, kalau misalnya baru ada tiga orang pasti kita tidak berani. Karena kalau kita suntikkan untuk tiga orang, pasti yang tujuh (dosis) terbuang. Paling kita kasih tahu untuk menunggu dua atau tiga hari,” kata Anhar.

Secara teknis, puskesmas berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan menyosialisasikan vaksinasi Covid-19 dosis keempat.

“Setiap puskesmas pasti sudah tahu, karena sudah melakukan vaksinasi selama dua tahun ini,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini masih ada persediaan 94 vial atau 940 dosis vaksin Covd-19 buatan Pfizer di Kota Bandung. Selain itu, Dinkes Kota Bandung akan mengajukan permintaan tambahan stok vaksin ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika diperlukan.

Sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan, vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau dosis penguat kedua dapat diberikan enam bulan setelah vaksinasi covid dosis penguat pertama.

Dalam waktu dekat, jadwal vaksinasi di UPTD Puskesmas Pasir Kaliki yakni pada Selasa dan Rabu 24-25 Januari 2023 pukul WIB dengan sasaran dosis 1-2 untuk masyarakat di atas 12 tahun, dosis 3-4 untuk masyarakat di atas 18 tahun, ibu hamil, dan tenaga kesehatan (nakes).

Adapun persyaratan mendapat vaksinasi ini adalah:
– Mengisi data di tautan pendaftaran
– KTP seluruh Indonesia
– Dalam kondisi sehat
– Membawa fotokopi KTP/KK dan bolpoin saat pelaksanaan vaksinasi.

(**/kai)




Momen Imlek Perkuat Toleransi

KOTA BEKASI, Prolite – Memperkuat toleransi, Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turut serta merayakan perayaan Imlek Tahun 2023 dengan langsung hadir di Hok Lay Kiong bersama istri. Ia didampangi oleh Kepala Kesbangpol Cecep Suherlan serta unsur Kecamatan Bekasi Timur dan Unsur Kelurahan Margahayu Kota Bekasi, Minggu 22/01/2023.

Tentunya hadirnya Tri Adhianto beserta istri adalah untuk memperkuat jalinan silaturahmi antar umat beragama di Kota Bekasi apalagi momen imlek tahun ini PPKM sudah dihentikan, sehingga perayaannya menjadi lebih meriah dari tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan interaksi antar umat manusia dapat berjalan dengan damai, Pemerintah Kota Bekasi memberikan kesempatan bagi umat beragama untuk melakukan ibadah sesuai kepercayaan yang dianut, harapannya kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama dapat selalu terjaga dengan baik,” ucap Tri Adhianto

Plt. Wali Kota Bekasi berharap kerukunan antar umat beragama di Kota Bekasi dapat terjaga dengan baik, keharmonisan dan keselarasan toleransi beragama menjadi warna tersendiri bagi Kota Bekasi, demi terwujudnya visi misi Kota Bekasi yang cerdas, kreatif, maju, sejahtera, dan ihsan.

“Hari ini kita cukup berbahagia, khususnya bagi umat buddha yang sedang merayakan imlek, semoga keharmonisan dan keselarasan toleransi beragama menjadi suatu estetika tersendiri,” ujar Tri Adhianto

Budaya yang sudah pasti ada dalam perayaan imlek ialah adalah budaya pembagian angpao bagi mereka yang memiliki rejeki lebih. Nampak terlihat Tri Adhianto dan Wiwiek Hargono turut membagikan angpau kepada anak-anak dan warga sekitar yang hadir.




Warga Tionghoa Puji Toleransi di Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili dirayakan dalam suasana yang khidmat namun tetap juga meriah. Warga Tionghoa pun mengapresiasi toleransi dan kerukunan beragama di Kota Bandung.

Hal itu tersirat dalam perayaan dan Open House Chinese New Year di Armor Genuine Urban Forest di Jalan Leuwipanjang No. 68, Minggu 22 Januari 2023.

Perwakilan Armor Genuine Urban Forest, Henry Husada sebagai mengapresiasi Pemkot Bandung, khususnya Wali Kota Bandung atas wujud toleransi nyata yang dirasakan masyarakat etnis Tionghoa di Kota Bandung.

“Kota Bandung memang dikenal sebagai kota agamis. Di sini selalu kondusif dan saya sebagai warga Tionghoa merasa nyaman tinggal di kota ini,” ucapnya.

Terkait Hari Raya Imlek 2574 Kongzili yang mengusung Tahun Kelinci Air, Henry berharap, elemen air membawa berkah positif bagi masyarakat Kota Bandung.

“Artinya rejekinya semakin lancar dan diberi kesuksesan,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap, semangat Hari Raya Imlek dapat menjadi energi positif dalam membangun Kota Bandung.

“Selamat merayakan Imlek bagi warga Kota Bandung yang merayakannya. Semoga diberi kesehatan dan keberkahan,” ujarnya saat menghadiri acara tersebut.

Yana juga memastikan, Kota Bandung tumbuh sebagai kota yang penuh toleransi. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya lima kampung toleransi di Kota Bandung.

Selanjutnya terkait perayaan Cap Go Meh setelah Hari Raya Imlek, Yana menyambut positif bagi masyarakat Kota Bandung yang hendak merayakannya.

“Saya pikir mangga saja (silakan saja) jika ada masyarakat yang merayakan Cap Go Meh,” ujarnya.(*/kai)




Perayaan Imlek Kota Bekasi Aman, Tertib, Kondusif

KOTA BEKASI, Prolite – Perayaan Imlek 2574 Kongzili yang jatuh pada Minggu (22/1) kemarin merupakan tahun baru bagi warga Tionghoa. Imlek Kota Bekasi tersebut juga terlaksana di sekitaran titik yang merupakan kota multietnik.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menjadi tugas utama disebarkan para anggotanya untuk melakukan pengamanan perayaan imlek Kota Bekasi tahun ini, agar berjalan kondusif dan membuat nyaman dan aman ibadah di Vihara.

Penyebaran anggota Satpol PP Kota Bekasi berada di titik wilayah masing masing yang didapati adanya Vihara yang berdiri di Kota Bekasi, seperti salah satu contohnya Klenteng Hok Lay Kiong yang berada di Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur.

Kemudian penjagaan juga disebar di beberapa titik yakni Vihara Dharma Sagara, Vihara Tridharma Khanti Paramita Kelurahan Bojong Menteng, Vihara Dharma Jaya, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Vihara Tridhara Hankam dan Maggala Jaya.

Penjagaan dalam rangka hari raya besar ini sama seperti dilakukan pada malam natal khusus umat kristiani yang menjalankan, agar lebih kondusif dan memberikan keamanan bagi yang ingin melaksanakan ibadahnya dengan khidmat.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Satpol PP Kota Bekasi, Amran yang dalam pembagian tugas untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi yang melaksanakan perayaan Imlek ini dan berjalan kondusif. Karena Kota Bekasi merupakan kota yang multi etnik, ragam agama dan ragam budaya sehingga dari pelaksanaan tersebut dilakukan pengawasan oleh anggota Satpol PP Kota Bekasi.(*/red)




Geliat Ekonomi Lincah dan Waspada Seperti Kelinci

BANDUNG, Prolite – Suasana menyambut perayaan Imlek Tahun Kelinci 2023 sangat terasa di sejumlah kelengteng Kota Bandung, Sabtu 21 Januari 2023.

Aroma dupa menyeruak dari keleteng dan vihara. Orang-orang berseliweran datang mengenakan pakaian merah, saling menyapa dan berbagi cemilan khas Imlek, seperti jeruk, kue keranjang, serta mie.

Persiapan sembahyang malam pun telah dilakukan, seperti di Kelenteng Kong Miao dan Wihara Tao Sinar Mulia. Dalam khidmatnya persiapan ibadah, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana turut hadir langsung untuk memastikan keamanan para umat Konghucu beribadah.

“Saya hadir di perayaan Imlek memberikan keyakinan kepada warga untuk bisa melakukan ibadah dengan nyaman dan aman. Mudah-mudahan kita semua tentunya selalu sehat, semoga pascapandemi ini masa depan bisa lebih baik,” jelas Yana.

Sebagai kota yang memiliki lima kampung toleransi, ini membukti jika Bandung merupakan kota yang toleran terhadap umat beragama di Kota Bandung.

“Kami sangat terbuka bagi siapapun yang ingin berkolaborasi untuk sama-sama membangun Kota Bandung dari yang sudah baik saat ini menjadi semakin baik,” ujarnya

Hal serupa juga disampaikan rohaniawan Kelenteng Kong Miao, Jiao Sheng (Js), Sukotjo Sastronegoro Bambang seusai memaparkan penjelasan kepada para pengunjung kelenteng.

“Kondisi tahun baru yang akan kita rayakan beberapa jam lagi. Sifatnya seperti kelinci yakni lincah, tapi harus selalu awas. Ini juga menggambarkan pergerakan ekonomi yang akan lebih baik, tapi semuanya tetap harus berhati-hati,” jelas Bambang.

Ia juga menjelaskan, jika ibadah bagi umat Konghucu dilakukan setiap tanggal 1 dan tanggal 15 penanggalan Imlek. Ibadah dilakukan dari pagi sampai sore, meliputi sembahyangan dan renungan agama yang disebut Jiang Dao atau ceramah.

“Itu dilakukan di hari Minggu pukul WIB, biasanya kurang lebih dua jam atau lebih. Nanti malam itu kita ada sembahyang ganti tahun tahun Imlek dimulai dari WIB dan akan berakhir di WIB,” paparnya.

Ia memprediksi, jemaah Kelenteng Kong Miao akan mencapai lebih dari 100 orang. Semuanya akan hadir dan beribadah, melangitkan harapan dan doa-doa terbaik di tahun baru mendatang.

“Kita berharap di tahun kelinci ini ekonomi lancar, menggeliat kembali. Semuanya sehat di tahun baru ini. Semua rencana kita dapat kita laksanakan,” harapnya.

Tak hanya umat Konghucu yang datang ke kelenteng malam ini, salah satu komunitas bernama Jaringan Kerja Antarumat Beragama (Jakatarub) pun hadir.

Koordinator Jakatarub, Arfi Pandu Dinata mengatakan, sejak tahun 2000, Jakatarub gencar menyosialisasikan toleransi dan pendidikan perdamaian di Kota Bandung.

“Kami inisiasi dari orang-orang muda dan para tokoh agama. Tur malam Imlek ini termasuk salah satu program kami. Tapi sepanjang pandemi kemarin kami tidak melakukan tur langsung, hanya online,” kata Arfi.

Jakatarub rutin berkeliling merayakan hari besar atau perayaan penting dari beragam agama di Kota Bandung.

“Selain bulan Ramadan, Idulfitri, dan Natal, kami juga ada meditasi lintas iman. Lalu kunjungan ke teman-teman penghayat kepercayaan untuk diskusi bersama,” ungkapnya.

Ia juga berharap, agar para generasi muda di Kota Bandung bisa menggerakkan perdamaian promosi toleransi dan mengedukasi orang-orang di sekitar.

“Kita perlu membuka diri, berdialog dengan umat yang berbeda dengan kita. Jadi, kurangi kecurigaan, mari bersama kita jalin komunikasi dengan lintas iman. Kita bisa sama-sama menghidupi kebhinekaan dari hal-hal yang sehari-hari kita lakukan,” ujarnya.(**/kai)




Sonny: Kenaikan Tarif Sudah Dipahami Pelanggan

BANDUNG, Prolite – Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta Perumda Tirtawening melakukan evaluasi kenaikan tarif air bersih yang sudah berlaku sejak bulan Desember 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perumda Tirtawening Sonny Salimi membeberkan bahwa hasil evaluasi kenaikan tarif sejak bulan Desember tahun 2022 ternyata dipahami para pelanggan dan tidak ada pelanggan yang kesulitan bayar.

Memang pada umumnya kata Sonny, pelanggan yang datang bertanya, kenapa ada kenaikan. Dan hasil pendataan sederhana yang pihaknya lakukan di loket pembayaran Badak Singa bulan Desember lalu ada pelanggan yang datang.

Jelas dia, pelanggan yang datang bayar tidak bertanya sebanyak (74%), yang datang komplain atau mengerutu dan bertanya lalu dijelaskan kemudian membayar ada sebanyak 720 (11%). Sisanya 15% pelanggan datang tapi menunda pembayaran karena kurang uang tetapi kemudian datang kembali dan membayar.

“Lihat pergerakan uang yang masuk artinya uang pembayaran jasa air minum, air limbah yang masuk ke Tirtawening jika kita bandingkan sebelum dan sesudah penyesuaian, yang biasa bayar tepat waktu artinya dia bayar tagihan Desember dibayar bulan itu, tagihan Januari dibayar bulan itu ada sebanyak 75 – 76% sekarang bergeser atau berkurang 1% jadi yang tepat waktu 74 – 75% sedangkan yang membayar tidak tepat waktu biasa 10 – 11% sekarang jadi 12 -13%, nah yang menarik yang tidak pernah bayar masih tetap 14%,” ucap Sonny ditemui di ruang kerjanya.

“Untuk yang marah hanya 50 orang. Kami menyimpulkan sosialisasi bisa efektif ketika bertemu langsung dengan pelanggan satu satu dijelaskan. Tapi saya amati bulan kedua ini sudah tidak ada yang bertanya mereka membayar saja, tapi terus terang saya pasti dukung pak wali apapun kebijakan yang akan diputuskan karena beliau juga sebagai owner Tirtawening” bebernya, seraya mengucapkan terima kasih kepada pelanggan setianya yang meski tarif naik namun tetap membayar.

“Sekali lagi saya sampaikan, saya pasti akan dukung apa yang menjadi kebijakan pak wali karena dalam hal ini tentunya bicara tentang biaya air minum atau biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk air minum bukan hanya bicara tentang mahal atau berapa tarif nya tetapi juga yang sekarang ramai dibicarakan karena inflasi katanya, atau hal hal lain yang saya juga tidak terlalu paham karena saya fokus hanya dalam bagaimana biaya operasional itu bisa dipenuhi dengan baik agar bisa memberikan pelayanan yang optimal,” tuturnya.

Kenaikan tarif ini lanjut Sonny memang harus dilakukan, pasalnya nilai invetasi dan lamanya tidak melakukan kenaikan menjadi beban berat terlebih ada 14% atau sekitar pelanggan yang tidak bayar sama sekali.

“Makanya saya sudah minta ke direktur umum dan direktur pelayanan untuk segera Febuari ini melakukan langkah-langkah kepada yang tidak membayar. Ya sesuai regulasi, 2 bulan tidak bayar ditertibkan karena ini membebani kita,” jelasnya.

Lanjut Sonny, untuk masalah ada komponen baru didalam rekening air yakni biaya air limbah, selama ini tidak berbayar alias gratis dan itu pun menjadi beban.

“Ini bukan berarti kami mengendorkan pelayanan di air limbah ya, tetapi ini memerlukan biaya cukup besar. Dan juga kita harus support program 100% open defection free (ODF), itu banyak dari kewilayahan baik kelurahan dan kecamatan meminta bantuan untuk meningkatkan cakupan ODF melalui perpipaan penyedotan. Nah ini kan bukan gratis, kami mengeluarkan effort biaya minimal biaya operasional, biaya perpipaan dan segala macem, lalu kita harus alokasikan dari pendapatan yang mana?,” tandasnya.

Masih kata Sonny, terkait keluhan pelanggan di media sosial menjadi pertimbangannya namun terkadang yang betul pelangan hanya sedikit. Itu dia buktikan saat yang komplain ditanyakan no pelanggan tapi tidak mau memberikan.

“Ini saya sesalkan,” ungkapnya.

Sonny pun menegaskan bahwa dari tagihan yang diterima dari pelanggan setiap bulan itu bisa membiaya kebutuhan operasional dan pemeliharan serta pengembangan.

“Tapi poinnya buat saya, saya akan mempertimbangkan untuk melakukan penertiban bagi 14% atau sekitar 19 ribu pelanggan yang tidak pernah bayar selama 2 tahun terakhir ini. Kami akui ini sisi kelemahan kami SDM kurang. Tarif ini sudah mepet lalu harus kami lakukan efisiensi, maka kegiatan penertiban jadi korban, karena biaya terbatas jadi tidak bisa maksimal kami lakukan penertiban tapi sekarang akan kami lakukan,” tutupnya seraya mengatakan sekali penertiban dibutuhkan biaya operasional sekitar 250 – 300 ribu rupiah. (*/kai)




Tekan Inflasi, Dishub dan Tirtawening Diminta Evaluasi

ilustrasi - inflasi kota bandung

BANDUNG, Prolite – Demi tekan inflasi, Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta Perumda Tirtawening melakukan evaluasi kenaikan tarif air bersih yang sudah berlaku sejak bulan Desember 2022 lalu. Begitupun untuk kenaikan tarif parkir yang kini sedang dibahas di bagian hukum Pemkot Bandung agar ditunda.

“Kami apresasi pemkot akan evaluasi tarif air bersih Tirtaweng maupun parkir. Untuk tarif parkir sudah dirilis ditunda berarti tarif menggunakan yang lama dan kepada pihak ketiga agar ditunda. Sedang untuk tarif air bersih kini sedang mencari informasi terbaik sehingga inflasi mudah-mudah bisa ditekan,” jelas Tedy.

Disinggung apakah tarif air akan diturunkan kembali atau tidak, menurut Tedy kemungkinan tetap naik.

“Tetapi secara proporsional dan lebih berkeadilan,” ucap Tedy.

Sementara itu Yana menyampaikan kenaikan kedua tarif tersebut menyumbang kenaikan inflasi 1,77%, karena itu ia menyarankan Perumda Tirtawening dan Dinas Perhubungan mengkaji lagi untuk ditunda untuk tekan inflasi.

“Parkir off street itu kita ingatkan lagi ya bukan parkir di badan jalan tapi parkir dilahan-lahan swasta milik swasta, harapannya ada penyesuaian itu baik menggunakan tarif bawah 4000 dan tarif atas 7000. Mudah-mudahan semakin banyak pemilik lahan-lahan swasta berinvestasi di gedung-gedung parkir.

Sehingga mengurangi parkir di badan jalan dan mengurai kemacetan. Penundaan kenaikan tarif parkir sudah ada dibagian hukum, tapi yang penting kita sudah kaji, insyaallah ada penundaan,” harap Yana.

Sementara itu untuk tarif air bersih, kata Yana belum sampai ke bagian hukum. Pasalnya saat ini masih dievaluasi perumda Tirtawening.

“Kan komponennya ternyata banyak, ada penyesuaian tarif air bersihnya, ada pengolahan limbahnya, dan satu lagi ada minimal penggunaan 10 meter3. Tapi saya ingin luruskan 1 meter3 itu bukan 1 liter tapi 1000 liter jadi kalaupun tarif ada penyesuain sampai angka 9000 per meter3 berarti sebetulnya per liter itu 9 rupiah. Orang kan kadang gak tahu 1 meter3 itu 1 liter 9000 padahal air minum saja mineral itu kan 3000 an, ini 9000 jadi terasa mahal apalagi hanya air bersih belum bisa minum tapi kalau orang tahu bahwa 1 meter kubik itu 1000 liter berarti 3000 dengan 9 rupiah,” jelas Yana.

Terlebih lanjut Yana, sudah 10 tahun ini perumda Tirtawening tidak pernah melakukan menaikan tarif.

“Itu sejak 2012 belum ada penyesuaian sementara investasi kimianya terus ya. Nah itu yang kita kaji, pada dasarnya kita pahami 1 meter3 itu 1000 liter itu penting sehingga kalau 9 rupiah mah gak kerasa mahal,” pungkasnya.

Dan terkait apakah pembayaran tagihan pelanggan dua bulan ini akan dikembalikan atau tidak, Yana mengaku mekanisme itu dikembalikan ke Perumda Tirtawening.(*/kai)




DKPP Genjot Komoditi Bawang dan Cabai Merah

BANDUNG, Prolite – DKPP Kota Bandung memaksimalkan ketersediaan bawang merah dan cabe merah di Kota Bandung. Bawang Merah dan Cabai merupakan komoditi sayuran yang menjadi salah satu penyebab inflasi.

“Karenanya kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menggungkan buruan sae di tengah warga agar bisa menanam bawang dan cabe merah,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar kepada wartawan Jumat (20/1).

Gin Gin mengatakan, kali ini DKPP bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk membagi 1500 OTG (Organic Tower Garden,red), yang disebar 30 kecamatan. Gin Gin mengatakan, 16 titik di antaranya menanam bawang merah.

“Ya bawang merah kan menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi, jadi kita engupayakan, agar ketersediaan bawang ini bisa gerbantu, minimal untuk kebutuhan warga,” tambah Gin Gin.

Dari 16 titik ini, Gin Gin menambahkan bisa menghasilkan 1,2 ton dalam 2-3 bulan. Sala salah satunya dalah di buruan sae Rw 08 kelurahan Kujangsari Kecamatan Bandung Kidul.

“Kita memang bisa menghasilkan bawang merah dalam jumlah yang cukup banyak, dengan hasil yang cukup memuaskan, karena memang selama penanaman kami mendapatkan bimbingan dri petani bawang,” tegasnya.

Sehingga, hasil panen ini, sebagian bisa digunakan untuk kebutuhan warga, sebagian lagi bisa untuk dijual. Untuk penjualan, Gin Gin mengatakan pihaknya bekerjasama dengan KADIN untuk bisa mendistribusikan hasil panen kepada pengusaha.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, harapannya dengan semakin berkembangnya Buruan Sae di Kota Bandung, bisa memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan pangan di Kota Bandung.

“Seperti kita ketahui, pemenuhan pangan Kota Bandung 96,47% di antaranya dipenuhi dari luar kota,” katanya.

Ditambah kemugkinan terjadinya resesi global dan penurunan produksifitas pangan di daerah penghasil. Dengan sulitnya ketersediaan pangan, sangat mungkin harga bahan pangan akan mengalami kenaikan.

“Sehingga kemungkinan besar mereka memenuhi kebutuhan pangan daerah mereka dulu, sebelum mengirim ke kita,” tambahnya.

Untuk itu, Yana menegaskan, Kota Bandung harus bisa memenuhi kebutuhan pangan. Terutama untuk komoditi yang paling besar menyumbang inflasi, seperti bawang merah dan bawang putih.

“Dengan adanya buruan sae ini, yang tersebar di berbagai wilayah, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga,” harapnya,

Jika warga membutuhkan modal, Yana mengatakan bukan tidak mungkin mendapat bntuan dari BasNAz. Sedangkan jika memutuhkan distribusi dan penjualan, mmenurut Yana bisa meminta bantuan KADIN.

“Kalu butuh pemsaran, ada pihak-pihak yang bisa membantu meyalurkan hasil panen,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Buruan Sae Taruna, RW 08, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul, Supriadi, mengatakan, waega sektar memanfaatkan lahan seluas 1000 meter persegi untuk Buruan Sae.

“Kami bisa memanfaatkan hasil panen sebagian untuk dijual sebagia lagi untuk kebutuahn warga,” terangnya.

Tanaman yang ditanam diantaraya, bawang merah, cabe rawit, pakcoy, sawi hijau, kangkung, nangka dan mangga.

“Jadi, kami menananm 9 jenis tanaman termasuk tanaman obat, seperti yang memang sudah diperintahkan,” teranngnya.

Supriadi mengatakan, karena warga sangat terbantu dengan keberadaan Buruan Sae ini, sehingga keberadaannya jauh dari tangan-tangan usil, sehingga jauh keberadaannya tetap terpelihara dengan baik. (*/red)