Lampu Merah di Simpang “Lier” Jl. Lombok-Belitung Diaktifkan

BANDUNG, Prolite – Sering terjadi kemacetan hingga crowded, Dinas Perhubungan dan Polrestabes Kota Bandung melakukan pengaktifan traffic light (lampu merah) di jalan Lombok-Belitung-Bangka dan menejemen rekayasa arus lalu lintas kawasan jalan Lombok-Banda atau bisa dikenal simpang “Lier”. Simpang itu selama ini selalu terjadi penguncian kendaraan di jam jam tertentu.

Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung Khoirul Rijal menyampaikan selama ini di simpang “Lier” tersebut tidak ada pengaturan traffic light hanya mengandalkan marka saja yang sudah dipasang setahun terakhir.

“Hari ini kita fungsikan sekaligus, menejemen rekayasa jalan Lombok selatan semula dari selatan ke utara jadi balik arah utara ke selatan, dari kantor kecamatan belok ke jalan Banda. Dulu jalan Banda kan 2 arah jadi 1 arah kantor kecamatan menuju Saparua,” jelas Rijal, Jumat (10/2/2023).

Masih kata Rijal, pihaknya pun melakukan setting waktu siklus guna mencari titik ideal. Dicoba pagi hari selama 25 detik tiap titik jadi 100 detik.

“Ada kendala selatan dan barat kita beri tambahan waktu sekarang mengalir, jd kurang dari 2 menit, warga mengantri satu siklus, tapi alhamdulilah bisa ketarik semua panjang antrian. Malam kita cek mulai zebra cross, marka tengah dan marka tepi,” ujarnya.

“Itu dilakukan untuk membagi jalur sehingga tidak ada mengambil jalur berlawanan karena itu berresiko kita lakukan edukasi. Analisa kami ada beberapa persimpangan rawan laka,” jelasnya.

Kata Rijal, laka lantas sering terjadi di samping taman lalu lintas jalan Kalimantan – Belitung, pasalnya disana ambulan setiap minggu sering mengantar korban kecelakaan. Lalu di jalan Patrakomala – Gandapura, kewilayahan sering melaporkan kecelakaan. Kini setelah dipasang traffic light sepanjang jalan selebih tertib.

“Mudah mudahan tidak terjadi lagi. Harapan tertib dan ikuti arus yang disiapkan sehingga zero accident. Pola arus kendaran jadi mengalir dan tertib tidak terkunci di tengah, karena kalau volume tinggu jadi hambatan. Kendala sekarang yang parkir badan jalan dan gerobak. Tapi semoga dengan edukaai simpang ini tidak lagi lier tapi tertib,” harapnya.

Rekayasa ini kata dia dalam tahap uji coba dan akan terus di evaluasi serta dicari sikus waktu yang ideal.(rls/kai)




Aset 25 Hektare di Kawasan Stadion GBLA Bakal Dibangun Posko

25 hektare aset di kawan GBLA diamnkan

BANDUNG, Prolite – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengamankan kawasan aset seluas 25 hektare di Jalan Gerbang Merah Kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api Gedebage dengan mendirikan posko. Wacana ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna seusai meninjau ke area tersebut, Jumat 10 Februari 2023.

“Kita ingin mengamankan aset kita seluas 25 hektare yang sekarang banyak bangunan liar berdiri. Kita nanti akan membangun pagar. Kemudian kita juga akan tanami dengan pohon pelindung dan pohon produktif,” ujar Ema.

Hal tersebut memang sudah terkonsep sejak lama. Sebab ke depannya akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Namun, menurut Ema, sebelum kawasan tersebut akan dipagar dan difungsikan, bangunan liar yang berdiri di sana harus ditertibkan terlebih dahulu. Sebab, banyak yang menggunakan kawasan ini untuk aktivitas yang justru mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kemudian juga tadi Kapolsek mengatakan jika di sini ada potensi gangguan kamtibmas. Banyak dipakai balapan liar, kemudian ada nongkrong-nongkrong,” jelasnya.

“Maka dari itu, Pemkot Bandung berencana untuk membangun posko pengamanan. Jika diperlukan, ke depan kita siapkan untuk posko pengamanan,” lanjutnya.

Hal tersebut akan didiskusikan bersama Forum Koordinas Pimpinan Kecamatan. Untuk mekanismenya akan disesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ema menuturkan, anggarannya kemungkinan akan menggunakan APBD Perubahaan atau juga di APBD tahun depan.

“Tapi, kalau pemagaran tahun ini tidak mungkin karena belum dianggarkan. Tapi untuk di APBD Perubahan sangat memungkinkan. Saya inginnya mereka jangan berlindung menunggu program pemerintah. Mereka harus sadar untuk meninggalkan lahan ini,” tegasnya.

Sehingga, Ema mengatakan, sosialisasi para pedagang liar di tanah aset Pemkot Bandung akan terus menerus dilakukan Satpol PP. (rls/kai)




PKL di Masjid Al-Jabbar Ditertibkan

PKL di Masjid Al-Jabbar

BANDUNG, Prolite – Masjid Raya Al Jabbar yang masih menjadi primadona para wisatawan kini makin dipadati pedagang kaki lima (PKL). Melalui hasil pemantauan, para PKL di Masjid Al-Jabbar bahkan sudah berani masuk dalam kawasan zona merah PKL.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menindak tegas para PKL untuk pindah ke lokasi yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Jabar.

“Sekarang itu makin hari PKL di Masjid Al-Jabbar makin bertambah. Sebulan yang lalu kita rapat, ada 269 PKL di sana, sekarang sudah 420 lebih. Artinya ini sudah menjadi masalah yang harus dicarikan solusinya,” ujar Ema seusai meninjau kondisi Masjid Raya Al Jabbar, Jumat 10 Februari 2023.

Sebab, menurutnya berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pembinaan dan Penataan PKL, masjid merupakan zona merah selain institusi pemerintah baik sipil, polisi, dan TNI

“Itu tidak boleh ada PKL, termasuk di perempatan-perempatan jalan dan titik-titik yang sudah di-SK-kan oleh wali kota,” ucapnya.

Setelah berdiskusi dengan aparat dan tokoh masyarakat setempat, Ema mengungkapkan beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, menegakkan hukum yang konsisten untuk bloking aktivitas para PKL di zona merah.

“Satpol PP dibantu oleh Dinas Perhubungan (Dishub) beserta unsur Linmas setempat harus konsisten hadir di lokasi untuk bloking itu. Kita tidak anti ekonomi karena ekonomi bagian daripada judul kita juga di RKPD, tapi tidak dengan kebebasan seperti ini,” tegasnya.

Kedua, Pemkot Bandung akan mengusulkan kepada Pemprov Jabar untuk menutup permanen dengan pagar. Sehingga para PKL tidak bisa berjualan di zona tersebut.

“Kalau kita lihat kasat mata begini, usulnya tutup permanen dengan pagar saja supaya nanti tidak ada akses orang beraktivitas di sana selain untuk kegiatan ibadah,” jelasnya.

Ia memaparkan, Pemkot Bandung memiliki rencana jangka panjang untuk akses jalan di sana. Sejak 2007 Kota Bandung telah membuat Detail Engineering Design (DED). Terlebih jika KM 149 sudah tuntas dan tersambung, maka akses tersebut lebih ideal untuk bisa masuk ke Al Jabbar.

“Itu ada meter persegi milik seseorang yang dikelola oleh Haji Maman. Tadi pun saya lihat itu bisa menampung sekitar 200 PKL,” paparnya.

Selain itu Pemprov Jabar juga sebenarnya telah menyediakan fasilitas lahan untuk para PKL di sebelah barat kolam yang bisa menampung 35 PKL.

“Tapi kalau ini PKL-nya mau bersatu padu, saya pikir di atas 50 sampai 100 PKL itu bisa ditampung. Jadi idealnya ada 100 PKL di wilayah barat, kemudian 200 PKL di lahan milik masyarakat yang sekarang dikelola oleh Haji Maman yang baru jadi 20-30 persen,” ungkapnya.

Namun, untuk lahan tersebut akan ada skema sewa. Berbeda dengan lahan PKL di sebelah barat yang tidak boleh ada pungutan karena itu merupakan fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

Selain itu, Ema menambahkan, bagi para pengunjung yang membawa makanan untuk botram atau makan bersama di masjid diharapkan untuk tidak melakukan kegiatan tersebut di area masjid.

“Masjid hanya untuk ibadah bukan untuk kegiatan yang lain. Nanti kita plotting petugas yang permanen dan ini harus konsisten supaya terjaga tetap kondusif,” imbuhnya.




Lampu Merah Samsat Kerap Padat, Dishub Atur Waktu

lampu merat samsat

BANDUNG, Prolite – Lampu merah di simpang Jalan Soekarno Hatta-Jalan Ibrahim Adjie atau dikenal Lampu Merah Samsat belakangan menjadi perbincangan warganet karena durasinya yang lama.

Terkait hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan intervensi waktu lewat petugas Area Traffic Management System (ATCS). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung, Khairur Rijal menjelaskan, Dishub Kota Bandung bisa menerapkan prioritas waktu lebih lama pada simpang tertentu untuk mengurai kepadatan kendaraan jika dibutuhkan.

Lampu merah simpang Samsat dalam satu siklus 420 detik, dengan rincian dari arah timur 180 detik, selatan 50 detik, barat 75 detik, dan utara 80 detik.

“Namun, apabila terjadi antrean di kaki simpang tertentu, kami bisa berikan prioritas lebih waktu hijaunya agar terurai panjang antreannya,” ujarnya pada Bandung Menjawab, Selasa 9 Februari 2023.

Adapun penerapan waktu prioritas bagi lalu lintas di kaki simpang yang terdapat antrean disesuaikan di pagi, siang, sore, atau malam hari.

Rijal mengatakan, berdasarkan data setiap pagi mulai pukul WIB, jumlah kendaraan dari arah timur menuju utara sebanyak kendaraan. Sedangkan dari timur ke barat sebanyak kendaraan.

“Dari data tersebut dalam tiga jam saja hampir kendaraan bergerak dari timur. Dalam satu kali jumlah siklus 180 detik, hanya 550 kendaraan bisa dialirkan, ini pasti ada perlambatan,” katanya.

“Simpang itu sudah sangat jenuh. Tingkat kejenuhan jalan, simpang Samsat sudah ada pada level F atau paling rendah. Solusinya kita lakukan intervensi,” kata dia.

“Volume timur tinggi di pagi hari, kami mengatur intervensi waktu siklus sehingga antrian tidak terlalu mengular ke belakang,” imbuhnya.

Sebagai informasi, persimpangan Jalan Soekarno Hatta – Jalan Ibrahim Adjie merupakan titik temu bagi pengendara motor dari arah Bandung Timur dan Bandung Selatan menuju ke Bandung Kota. Sehingga, mengakibatkan kepadatan volume kendaraan.

Pemkot Bandung pun berupaya mendorong agar transportasi publik bisa jadi pilihan utama masyarakat. Tujuannya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Rijal mengatakan, volume kendaraan yang berlebih, sementara ruas jalan terbatas adalah penyebabnya.

“Macet sumbangsih terbesar dari kendaraan pribadi. Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum seperti TMB, angkot dan transportasi publik lainnya,” kata dia.(rls/kai)




Pasar dan Bazar Murah di Kota Bandung, Jangan Lewatkan!

Pasar dan Bazar Murah yang digelar tahun lalu.

BANDUNG, Prolite – Untuk menjaga stok tetap aman jelang Ramadan hingga Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan kembali menggelar Pasar dan Bazar Murah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, Pasar Murah akan kembali dilaksanakan jelang Ramadan tanggal 13-21 Maret. Dalam sehari ada dua kecamatan akan digelar Pasar Murah.

“Nanti pasar murah akan kita laksanakan kembali dengan 30 kecamatan, itu boleh warga di luar kota Bandung berbelanja dan tidak dibatasi,” kata Elly, Kamis 9 Februari 2023.

Saat Ramadan, lanjut Elly, akan digelar lagi Pasar Murah pada tanggal 24, 27, 28, 29, 30 Maret 2023. Lalu, jelang Idulfitri pada tanggal 3, 4, 5, 6 April 2023.

Selain itu, akan ada juga Pasar Murah di 151 kelurahan yang dilaksanakan dari TP PKK Kota Bandung bekerja sama dengan beberapa distributor.

Selain Pasar Murah, Bazar Murah juga akan dilakukan pada 14 April 2023. Lalu, program Sidak Harga Barang Pokok akan dilaksanakan bersama Wali Kota Bandung.

“Pasar Murah menjual komoditi barang pokok. Sedangkan Bazar Murah berisi kuliner, kraf, fesyen, dan kebutuhan lain yang banyak diminati menjelang Idulfitri. Sementara Operasi Pasar ditujukan untuk penerima manfaat golongan rumah tangga miskin,” jelasnya.

Elly mengatakan, persiapan Pasar Murah sudah dikoordinasikan dengan para distributor dan penyedia, di antaranya Bulog, RNI, Wilmar, CV. Bagus, Indomarco, Pertamina, Aprindo, Toko Tani dan lainnya.

Beberapa komoditi yang akan tersedia dalam Pasar dan Bazar Murah adalah minyak goreng curah kemasan, minyak goreng kemasan premium.

Selanjutnya beras medium, beras premium, tepung terigu, gula putih, telur ayam, gas 3 kg, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, dan sayuran.

“Kita akan ‘guyur’ terus melalui pasar murah, operasi pasar, dan bazar murah menjelang Ramadan agar harga terjaga,” katanya.(rls/kai)




MinyaKita akan Dipasok di Tiga Pasar Kota Bandung

minyakita

BANDUNG, Prolite – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah menyebut tiga pasar di Kota Bandung akan mendapatkan tambahan pasokan Minyakita sebanyak 30 karton atau 360 liter Minyakita oleh Satgas Pangan per bulan.

Ketiga pasar tersebut yakni, Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong, dan Pasar Kosambi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan Minyakita di masyarakat.

“Sekitar 500 ton MinyaKita yang sempat ditemukan (ditimbun) dari salah satu produsen akan didistribusikan ke 4 provinsi. Untuk Kota Bandung akan ada 3 pasar yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan,” katanya, Selasa 9 Februari 2023.

Elly menyebut, stok minyak goreng curah dan premium tersedia. MinyaKita memang ada pengurangan pasokan tapi banyak diminati masyarakat karena harganya murah namun kemasannya premium dengan harga per liter.

“Ada permintaan yang meningkat, makanya stok dipasar agal berkurang,” ujarnya.

Ia mengakui, jika terjadi kekurangan pasokan migor di Kota Bandung pada Desember-Januari. Dari hasil monitoring ke distributor minyak goreng di Kota Bandung seperti Indomarco, pasokan normal biasanya 1,5 juta liter.

Ternyata pada bulan Desember 2022 pasokan berkurang menaksir 800 ribu liter. Kemudian pada bulan Januari 2023 pasokan tersebut kembali berkurang menjadi 300 ribu liter.

“Di CV. Bagus, PT. Panca Lestari minyak curah dalam bentuk jeriken masih aman,” katanya.

Disdagin Kota Bandung juga telah melalukan rapat bersama Kementerian Perdagangan. Para produsen minyak goreng diminta menambahkan stok dari 300 ribu ton per bulan menjadi 450 ribu ton per bulan untuk kebutuhan persiapan jelang Ramadan dan Idulfitri.

“Langkah-langkah yang akan dilakukan yakni monitoring setiap Senin dan Kamis di 8 pasar tradisional dan 8 toko ritel. Monitoring stok barang kebutuhan setiap bulan kita lakukan,” ujarnya.(rls/kai)




DPRD Pringsewu Lampung Kunjungi Kota Bekasi

KOTA BEKASI, Prolite – Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mengunjungi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja terkait Pendataan Pemilih Pemula Menjelang Pemilihan Umum di ruang rapat Disdukcapil.

Pemimpin rombongan selaku Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pringsewu, Suryo Cahyono menjelaskan pada sambutannya maksud dan tujuan datang.

” Kedatangan kami ingin mengetahui bagaimana dengan langkah yang diambil pemerintah khususnya Disdukcapil dalam menjaring pemilih Pemula dan juga perubahan status penduduk karena di wilayah kami masih kebingungan karena masih ditemui data yang tidak sama antara pusat dan daerah, ” jelas Suryo.

Beliau juga menjelaskan bahwa data yang tidak sama ditemui juga di penerimaan bantuan sosial dan sebagainya.

” Ketika kami turun ke lapangan masih ditemukan penerima bantuan sosial yang sudah tiada, padahal sistem sudah berbasis elektronik, ” lanjutnya.

Selanjutnya, bergantian memberikan sambutan Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Bekasi, Siti Wachidah didampingi, Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, serta beberapa Jafung ADB Ahli Muda Kependudukan Subkor dari masing-masing bidang.

” Disdukcapil sebenarnya mempunyai 2 orang tua yaitu Kepala Daerah dan Dirjen dukcapil, untuk landasan hukum yang sama se-Indonesia yaitu Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 2019, ” ujar Siti.

Menurut data yang diambil 2020 lalu, Kota Bekasi memiliki penduduk mencapai 2.4 juta jiwa dan luas wilayah 210 Km². Data pemilih dari KPU tahun 2024 ,sebanyak . Dengan jumlah proyeksi hampir sama antara pemilih pria maupun wanita.

Beberapa langkah – langkah Disdukcapil Kota Bekasi dalam menjaring pemilih pemula dan update status penduduk diantaranya ; penggunaan aplikasi E-Open dalam layanan adminduk, penempatan alat rekam di 56 kelurahan secara bertahap, kegiatan jemput bola perekaman KTP pemula di wilayah kelurahan dan SMA atau sederajat , jemput bola pembuatan akta kelahiran dan kematian, kerjasama buku pemakaman dengan uptd pemakaman disperkimtan dan kecamatan/kelurahan.

” Semua langkah tersebut didorong oleh kemauan dari Kepala Daerah yang mengedepankan pelayanan prima sehingga menjadi beberapa inovasi pelayanan publik, saat ini beliau pun juga sedang berkeliling ke sekolah-sekolah dalam rangka wawasan kebangsaan, ” terangnya.

Namun beliau pun membenarkan saat ini Disdukcapil mengalami kesulitan karena terbatas nya akses data oleh kebijakan pusat.

” Mulai tahun 2022 awal, Disdukcapil diseluruh Kota/Kabupaten tidak diberikan akses BNBA (By Name By Adress) oleh pusat sehingga mengalami masalah apabila sedang ada update status kependudukan seperti kelahiran dan kematian maupun pindah dan sebagainya, ” jelasnya.(**/red)




20 Ton Beras untuk Operasi Pasar Pekan Depan

BANDUNG, Prolite – Untuk mengendalikan harga beras medium yang mengalami kenaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium.

Lokasi pertama yang akan menggelar Operasi Pasar Beras Medium yakni di Kecamatan Rancasari, Selasa 14 Februari 2023 mendatang. Pemkot bersama Bulog Kota Bandung akan menggelontorkan 20 ton beras.

“Kita akan melakukan operasi pasar di 30 kecamatan di Kota Bandung dan dimulai di Kecamatan Rancasari,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah saat menjadi narasumber Bandung Menjawab, Kamis 9 Februari 2023.

Operasi pasar ini digelar karena harga beras sudah di atas HET (harga eceran tertinggi) dan dapat menyebabkan inflasi. Nantinya, Beras akan dijual – per kilogram jauh di bawah HET yakni per kilogram.

“Ini sebagai upaya kami dalam memotong rantai distribusi. Dari Bulog langsung kepada end user (konsumen). Untuk harga masih kita rapatkan namun dalam kisaran harga per kilogram jauh di bawah HET,” katanya.

Nantinya setiap kecamatan akan dilakukan operasi pasar beras sebanyak 10 ton sehingga total untuk operasi pasar Pemkot Bandung bersama Bulog menggelontorkan 300 ton beras dalam operasi pasar.

“Untuk jadwal 29 kecamatan lainnya kami sedang rumuskan dulu bersama kewilayahan. Kami ini tempatnya dekat dengan masyarakat,” kata dia.

Operasi pasar ini hanya diperuntukkan untuk warga yang memiliki KTP Kota Bandung.

Lebih jauh, Elly memaparkan, dari hasil pemantauan di 8 pasar dan ritel, harga beras medium dipasaran kini dijual dengan harga sampai per kilogram.

“Harga acuan beras medium itu , tapi sekarang sudah merangkak bahkan sampai sampai ,” katanya.

Ia mengaku, telah melaksanakan rapat koordinasi dengan perum Bulog Cabang Kota Bandung telah mendistribusikan beras medium stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) sebanyak 750,735 ton.

“Kami sudah mendistribusikan ke pasar di Kota Bandung bekerja sama dengan Bulog 750,735 ton sampai 6 February dengan harga dari 8300/kg dan pedagang tidak boleh menjual melebihi HET,” kata dia.

Beras medium ini dijual dalam kemasan 5 kg dengan harga untuk para pedagang. Sedangkan untuk konsumen paling tinggi dijual dengan harga

Untuk pedagang, agar bisa mendapatkan beras medium ada persyaratannya, yakni harus KTP Kota Bandung, permohonan pendaftaran tidak boleh menjual beras di atas HET dan dilarang pengoplosan.

“Semoga kenaikan harga beras ini bisa berangsur normal dengan kerja sama yang sedang kita upayakan,” harapnya.(rls/kai)




Kader PKK Se Kota Bekasi Ikuti Jambore “Kader Berbakat Kota Bekasi Keren”

Kader Berbakat Kota Bekasi Keren

KOTA BEKASI, Prolite – Pelaksana tugas(Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Plt Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Tri Adhianto lepas rombongan Jambore ‘Kader Berbakat Kota Bekasi Keren’ Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Kegiatan Jambore PKK Kota Bekasi mengusung tema ‘Kader Berbakat Kota Bekasi Keren’ berlangsung di Gunung Bunder, Pamijahan, Kabupaten Bogor. Plt Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Tri Adhianto membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Plt Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Tri Adhianto sangat mengapresiasi kegiatan Jambore PKK se Kota Bekasi menurutnya kegiatan ini dapat menambah wawasan, kekompakan dalam berkolaborasi untuk memberikan kontribusi positif pada membangun daerah.

“Kegiatan positif, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dapat menambah wawasan, tambah kompak dalam berkolaborasi untuk memberikan kontribusi positif dalam membangun daerah,” jelas Wiwiek Hargono Tri Adhianto

Wiwiek menuturkan, kader PKK memiliki peran penting dalam merespons tantangan dan tuntutan di era digitalisasi. Karena kader PKK merupakan penggerak dalam membangun ketahanan keluarga, serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Punya peran yang penting dalam merespons tantangan dan tuntutan di era digitalisasi. PKK juga sebagai penggerak dalam membangun ketahanan keluarga, memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelas Wiwiek Hargono Tri Adhianto

Untuk itu, Wiwiek terus mendorong kader PKK Kota Bekasi untuk berdaya serta meningkatkan potensi diri. Di era digitalisasi kader PKK dapat menguasai literasi digital sekaligus mengedukasi anggota keluarga.(rls/red)




Isu Penculikan Anak Marak, Disdik: Waspada!

BANDUNG, Prolite – Sub Koordinator Kelembagaan dan Peserta Didik SD Dinas Pendidikan Kota Bandung Risman Al Isnaeni menyampaikan antisipasi aksi penculikan anak. Setiap sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan dan setiap sekolah segera mengedukasi baik kepada siswa mau pun orang tua.

Sub Koordinator Kelembagaan dan Peserta Didik SD Dinas Pendidikan Kota Bandung, Risman Al Isnaeni.

“Sebagaimana menghadapi isu ini juga menjelaskan kepada siswa jika ada orang yang tidak dikenal tidak boleh ikut jika ada yang ngasih sesuatu dari orang yang tidak dikenal tidak boleh diterima. Edukasinya hampir tiap hari, kemarin diawal isu penculikan guru-guru menyampaikan kepada siswa mau pun orang tuanya. Itu dari semua jenjang dari mulai TK-SMA,” ucap Risman usai Bandung Menjawab, di Taman Dewi Sartika, Kamis (9/2/2023).

Masih kata Risman, sejauh ini laporan kasus penculikan anak ke Disdik memang ada tapi saat dilakukan konfirmasi ternyata bukan kasus penculikan melainkan masalah keluarga.

“Misalnya si anak tersebut dari keluarga broken home kejadian itu terjadi di Buahbatu di SD Pamoyanan, yang tadinya tinggal dengan ayahnya ternyata tinggal di rumah ibunya. Yang SMP juga sama kasusnya seperti itu. Kurang lebih ada 2 atau 3 laporan kasus sama,” ucapnya.

Disinggung soal kekhawatiran dan keresahan orang tua, kata Risman pasti ada akan tetapi pihaknya juga mengantisipasi dengan memberikan edukasi agar jangan terlalu khawatir tapi harus meningkatkan kewaspadaan.

“Anak-anak justru disarankan diantar jemput dan bagi kelas kecil seperti TK dan 1 SD itu disarankan dan diwajibkan untuk dijemput. Pelatihan khusus memang tidak ada, akan tetapi di WA grup kepala sekolah itu dishare bagaimana menghadapi penculikan misalnya ada yang kakinya dipegang, yang khusus tidak ada. Tapi informasi seperti itu disampaikan kepada peserta didik,” paparnya.

Sedang kasus pelecehan terhadap anak yang kini mulai ramai, pihaknya mengaku terus berupaya meningkatkan bagaimana memberikan edukasi melalui parenting antara orang tua dan guru.

“Sanksi untuk guru yang melakukan pelecehan, jelas ada regulasinya tersendiri kita akan berpaku pada regulasi. Sejauh ini tidak ada laporan kalau yang lampau-lampau ada itu sudah disanksi. Sanksi paling berat ada yang sampai diberhentikan,” tutupnya. (kai)