Konsep tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati berbagai sajian kuliner lokal sembari membaca dan berburu buku.
Farhan menilai perpaduan antara literasi dan kuliner menjadi bentuk inovasi yang mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk datang dan menikmati pengalaman membaca dalam suasana yang berbeda.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menurutnya, Bank Indonesia menghadirkan berbagai program edukasi literasi finansial, termasuk layanan Perpustakaan Bank Indonesia serta mendorong penggunaan pembayaran digital melalui QRIS selama kegiatan berlangsung.
“Kami terus mendukung peningkatan literasi, khususnya literasi finansial. Seluruh transaksi di kegiatan ini juga didorong menggunakan QRIS sebagai bagian dari edukasi pembayaran digital kepada masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan