Media populer dan film horor juga ikut memperkuat citra ini. Properti seperti bunga kering, ruangan berdebu, dan warna kusam sering digunakan untuk menciptakan suasana suram. Visual yang kelam otomatis diasosiasikan dengan hal mistis.

Akhirnya, simbol berubah menjadi mitos kolektif. Cerita diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa disadari, rasa takut ikut diwariskan.

Perspektif Ilmiah: Ada Bukti Nyata atau Tidak?

 

Kalau kita tarik ke ranah ilmiah, tidak ada bukti bahwa bunga kering bisa mengundang makhluk gaib.

Secara biologis, bunga kering hanyalah materi organik yang kehilangan kadar air. Tidak ada frekuensi supranatural atau energi khusus yang dipancarkan.

Namun, ada beberapa faktor realistis yang bisa membuat orang merasa “tidak nyaman”:

  1. Debu dan jamur. Bunga kering bisa menyimpan partikel debu dan mikroorganisme. Jika tidak dirawat, bisa memicu alergi atau gangguan pernapasan.
  2. Efek psikologis visual. Warna kusam dan tekstur rapuh bisa memengaruhi suasana hati.
  3. Sugesti. Ketika seseorang percaya sesuatu itu mistis, tubuh bisa merespons dengan gejala nyata seperti merinding atau sulit tidur. Ini dikenal sebagai efek nocebo.

Artinya, sensasinya bisa terasa nyata. Tapi sumbernya berasal dari pikiran, bukan dari dunia lain.

Kenapa Mitos Bunga Layu Ini Masih Hidup di Era Modern?

Menariknya, di era digital 2025–2026, mitos seperti ini masih bertahan.

Ananditha Nursyifa
Editor