Dalam tradisi Sunda, sandekala merujuk pada waktu menjelang malam, tepatnya ketika matahari mulai tenggelam dan cahaya mulai meredup. Waktu ini dianggap sebagai masa peralihan dari siang menuju malam.
Secara etimologis, kata sandekala sering dikaitkan dengan dua unsur kata, yaitu “sande” dan “kala”. Dalam beberapa penafsiran budaya, sande dihubungkan dengan makna “samar” atau “peralihan”, sementara kala sering dimaknai sebagai waktu atau masa. Jika digabungkan, sandekala dapat diartikan sebagai waktu peralihan yang samar antara siang dan malam.
Dalam banyak cerita rakyat Sunda, sandekala bukan hanya fenomena alam, tetapi juga memiliki dimensi mistis. Waktu ini dipercaya sebagai saat ketika makhluk halus lebih mudah muncul atau berkeliaran.
Sandekala sebagai Peringatan untuk Anak-Anak
Menariknya, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda, istilah sandekala sering digunakan sebagai bentuk peringatan kepada anak-anak.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan