Dalam dunia psikologi pendidikan modern, prinsip Montessori sering dikaitkan dengan teori self-determination, yang menekankan pentingnya otonomi, kompetensi, dan keterhubungan sosial dalam proses belajar. Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar dengan pendekatan Montessori cenderung memiliki keterampilan regulasi diri dan pemecahan masalah yang lebih baik.
Di Indonesia sendiri, minat terhadap sekolah Montessori terus meningkat. Banyak orang tua mulai menyadari bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga tentang membentuk karakter dan kesehatan mental anak.
Saatnya Melihat Anak sebagai Subjek, Bukan Objek Pendidikan!
Maria Montessori telah mengajarkan kita satu hal penting: anak adalah individu yang kompeten sejak lahir. Mereka tidak perlu “dibentuk” secara paksa, melainkan didampingi dengan penuh hormat dan kepercayaan.
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, pendekatan Montessori mengingatkan kita untuk kembali pada esensi pendidikan—membantu anak tumbuh menjadi manusia yang mandiri, percaya diri, dan bahagia.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan