Menurut berbagai literatur kesehatan dan nutrisi, adaptasi bertahap membantu tubuh menyesuaikan kadar gula darah, hormon lapar (ghrelin), hormon kenyang (leptin), serta ritme sirkadian. Kalau perubahan ini dilakukan mendadak, wajar kalau muncul gejala seperti cepat lelah, sakit kepala, atau mood swing di awal puasa.
Intinya, persiapan sebelum puasa bukan soal diet ekstrem, tapi soal membantu tubuh bertransisi secara halus.
Mengatur Ulang Jam Makan dan Tidur Secara Bertahap
Salah satu kunci sukses puasa adalah menggeser jam makan dan tidur pelan-pelan. Mulai sekitar 1–2 bulan sebelumnya, kamu bisa:
- Mengurangi kebiasaan makan larut malam
- Membiasakan sarapan lebih pagi
- Mengurangi ngemil tengah malam
Tujuannya agar tubuh nggak kaget saat nanti hanya makan di waktu sahur dan berbuka. Begitu juga dengan tidur. Kalau kamu terbiasa tidur lewat tengah malam, cobalah memajukan jam tidur 15–30 menit setiap beberapa hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan