Ledia Hanifa Dorong Penguatan Sekolah Aman dan Nyaman untuk Cegah Perundungan

BANDUNG, Prolite Upaya mencegah dan menangani perundungan di lingkungan pendidikan perlu dilakukan melalui penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Hj. Ledia Hanifa Amaliah, S.Si., M.Psi.T., dalam Workshop Pendidikan: Pencegahan dan Mengatasi Pembulian di Sekolah yang berlangsung di The Papandayan Hotel, Bandung, 13 September 2026.

Dalam penyampaiannya, Ledia menekankan bahwa perundungan perlu dipahami secara tepat. Perundungan tidak terbatas pada tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal, sosial, hingga cyberbullying. Pemahaman terhadap berbagai bentuk tersebut penting agar sekolah mampu mengenali persoalan sekaligus menentuka n langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai.

Ledia juga menyoroti peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan siswa. Menurutnya, guru BK memiliki peran dalam membangun suasana yang saling menghargai dan menumbuhkan kepercayaan, memberikan edukasi mengenai perundungan kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan, serta mendampingi korban maupun pihak yang melakukan perundungan dengan pendekatan yang empatik dan profesional.

Selain itu, penanganan perundungan perlu dilakukan melalui kerja sama antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional. Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan yang dihadapi siswa tidak selalu berdiri sendiri, melainkan dapat berkaitan dengan kondisi psikologis, relasi sosial, maupun lingkungan keluarga.

Ananditha Nursyifa
Editor