Kondisi Zaira Siswi SMAN 1 Depok Setelah Hilang 6 Hari dan Ditemukan Di Bandung

JAKARTA, Prolite – Siswi SMAN 1 Depok, Zaira Rahma, yang sebelumnya dikabarkan hilang sejak Jumat (21/7), akhirnya telah kembali pulang ke rumahnya. Selama nyaris sepekan, ia menghabiskan malam di masjid.
Pada Rabu (26/7) malam, ia akhirnya kembali berada di rumah yang beralamat di Jalan Swadaya 1, Kelurahan Tanah Baru, Beji Depok.
Kabar hilangnya Zaira benar-benar menjadi viral di media sosial. Kepergiannya begitu tiba-tiba dan tidak bisa dihubungi menyebabkan kekhawatiran di kalangan keluarga dan teman-temannya selama 6 hari.
Vitalia, sang ibunda, akhirnya mengungkapkan bahwa saat ini putrinya berada dalam keadaan sehat, meskipun sempat merasa lemas karena tidak makan selama beberapa hari, lantas ia pun juga bercerita tentang awal mula kejadian itu.
Kronologi Hilangnya Zaira
Sebelumnya, pada Kamis (20/7), Zaira pergi sekolah seperti biasa dan tidak ada masalah yang terlihat. Gadis berusia 17 tahun itu hanya mengaku sedang sibuk karena ada demo ekskul, di mana ia aktif sebagai anggota Paskibra.
“Emang aktif di sekolah. Di rumah juga jarang main,” kata Vitaila.
Putrinya ini memang dikenal aktif dalam organisasi sekolah dan senang berkegiatan. Meskipun ia tidak pulang sampai Jumat (21/7), Vitaila, mengaku tidak terlalu khawatir karena putrinya memang sering menginap di sekolah jika ada acara atau kegiatan.
Pada akhirnya, pada Jumat pagi, seorang adik kelas Zaira datang ke rumah untuk menanyakan keberadaannya. Vitaila bercerita,
“Jumat pagi ada ade kelas yang datang mencari anak saya. Saya pikir dia (Zaira) mungkin menginap di sekolah pada Kamis malam karena ada acara. Karena biasanya dia suka menginap jika ada event atau kegiatan.”
Ternyata, diketahui kemudian bahwa putrinya ini pergi ke Bandung. Selama enam hari, ia hanya tidur di masjid dekat Stasiun Kiara Condong.
Vitaila menceritakan bahwa putrinya pun mengaku pergi untuk mencari ketenangan diri, meskipun ia tidak tahu apa masalah yang sedang dihadapi oleh putrinya tersebut.
“Saya nggak bisa cerita banyak ya. Dibilang mungkin ini masalah privasi keluarga ya yang namanya seorang anak yang mungkin ada atau gimana gitu ke orang tua. Dia bilang hanya ingin pergi gitu aja, mengikuti langkah kaki,” ungkapnya.
Vitaila melanjutkan ceritanya. Selama di Bandung, anaknya itu terakhir kali makan pada Minggu (23/7). “Makanya saat pulang dia merasa sakit maag. Dan pipinya agak tirus,” ceritanya.
Dibantu Sosok Pria Misterius
“Selama tidur di masjid dan makan terakhir katanya hari Minggu dikasih sama orang di warteg,” ungkap Zaira saat ditemui di kediamannya pada Kamis (27/7/2023).
Vitalia menceritakan bahwa putrinya berhasil ditemukan di Bandung berkat bantuan dari seorang pria yang mengantarnya ke stasiun Kiaracondong pada Rabu (26/7/2023).
Meskipun berhasil menemukan Zaira, sosok pria ini masih menjadi misterius karena ia langsung pergi setelah mengantarkan Zaira ke stasiun.
Zaira kemudian memberanikan diri untuk meminjam handphone dari seorang satpam stasiun untuk menghubungi keluarganya.
“Minta tolong sama Pak satpam untuk pinjam handphone. Zaira kemudian menghubungi saya melalui telepon karena tidak saya angkat dia menghubungi lewat WA,” ucap Vitalia.
Melapor Ke Pihak Kepolisian
Dalam pesan yang dikirimkan, Zaira memberitahukan posisinya bahwa ia berada di masjid stasiun Kiaracondong.
Kaget, panik, dan gembira menjadi satu dalam benak ibunya saat mendapat kabar dari anaknya, namun ia menjadi khawatir karena takut pesan tersebut hanyalah dari pihak yang memanfaatkan situasi.
Vitalia tak henti-hentinya mencoba menghubungi nomor yang dimaksud, namun tak ada jawaban, dan pesan WA-nya pun tak direspon. Akhirnya, ia memutuskan untuk berkonsultasi kepada pihak kepolisian Polres Metro Depok mengenai kabar yang diterima.
“Akhirnya saya hubungi kepolisian yang selalu mengawal kasus anak saya, saya lapor, ‘Pak ini ada kabar dari anak saya takutnya kan ini hanya orang memanfaatkan’. Petugas jaga pun menjawab ‘Jangan percaya kalau tidak ada video atau foto,” ungkap Vitalia menirukan.
Meskipun begitu, Vitalia tidak menyerah dan terus berupaya menghubungi nomor yang dimaksud. Akhirnya, ia mendapatkan jawaban dari satpam yang dimaksud dalam pesan tersebut.
Dalam percakapannya, Vitalia meminta untuk dapat berkomunikasi dengan anaknya. Namun, permintaannya tidak bisa dipenuhi karena satpam tersebut tengah bertugas.
Kendati demikian, satpam itu mengirimkan sebuah foto yang diakui oleh Vitalia sebagai sosok Zaira yang telah hilang selama 6 hari.
Keberhasilan mendapatkan foto tersebut membawa sedikit kelegaan bagi Vitalia, namun dia tetap khawatir dan tak sabar untuk bertemu langsung dengan anaknya.
Vitalia pun kembali melaporkannya kepada pihak kepolisian dan memberikan nomor yang dimaksud kepada mereka. Selanjutnya, kepolisian meminta satpam tersebut untuk mengantar Zaira ke kantor polisi terdekat agar nantinya dapat dijemput oleh jajaran Polres Metro Depok.
Setelah dijemput oleh jajaran kepolisian Polres Metro Depok di Bandung, pertemuan yang dinanti-nantikan akhirnya terjadi. Vitalia bersyukur pada akhirnya, putri tercintanya, Zaira, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan akhirnya kembali dalam pelukannya
Sebuah momen yang penuh haru dan bahagia menyatukan kembali keluarga yang telah melewati masa-masa sulit akibat kejadian ini. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan dan komunikasi dalam menjaga keselamatan anak-anak