Ketua PELTI Kota Bandung 2020-2025: Pengembangan Prestasi Jadi Kunci

Raker PELTI 2020-2025

Raker Pelti Kota Bandung 2020-2025: Berharap Ke Depan Masuk Dalam Kurikulum Sekolah

BANDUNG, Prolite – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kota Bandung berhasil raih medali pada pekan olahraga Provinsi (Porprov) dan pengirim atlet terbanyak Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ketua PELTI Kota Bandung 2020-2025 Gin Gin Ginanjar meminta kepengurusan yang akan datang lebih meningkatkan lagi capaian prestasinya.

“Ini rapat kerja PELTI kepengurusan 2020-2025, dan memang ini sesuai dengan AD/ART yang ada di bab 4 pasal 24-25 itu minimal satu kali dilakukan raker. Ini forum evaluasi terhadap progres yang sudah dilaksanakan termasuk rencana kedepan,” jelas Gin Gin Ginanjar usai Raker di Jalan Aruna, Jumat (11/7/2025).

Pelti Kota Bandung sendiri terdiri dari 47 anggota klub tenis. Ke-47 club tersebut turut hadir dalam raker untuk dimintai masukkan, saran, perbaikan, dan rencana kedepan.

“Raker ini istimewa karena ini menjadi tahun terakhir kepengurusan selama 5 tahun.

Kebetulan saya di sini, jadi ada agenda penting juga nanti untuk kepengurusan yang akan datang. Yang dilakukan hari ini termasuk menjelang porprov hari ini kita semua cabang sedang melakukan evaluasi atau pertandingan untuk memilih calon-calon yang akan dilibatkan di Pekan Olahraga Provinsi,” jelasnya.

Cabang olahraga (cabor) tenis ini kata Gin Gin menjadi salah satu tumpuan raihan prestasi. Pasalnya setelah 10 tahun lamanya tak meraih prestasi, pada kepengurusannya tahun lalu PELTI Kota Bandung berhasil meraih 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

“Ke pengurus baru nanti agar diamankan raihan itu, syukur-syukur bisa ditingkatkan. Kita gembira pada PON yang akan datang untuk atlet tenis 4 atlet diwakili kota Bandung dari total 8 atlet, itu prestasi besar harus dipertahankan,” tegasnya.

Prestasi terbesar lainnya yakni di luar PON, beberapa atlet khususnya atlet puteri sudah meraih kelas ITF 3, bahkan kemarin pihaknya sempat mendampingi atlet dari Kota Bandung bertanding di Malaysia setelah sebelumnya di Bangkok.

“Tenis ini kalau sesuai UU no 11 tahun 2022 adalah amanah yang dibawahi KONI dan Dispora. Tenis ini menjadi salah satu cabang olahraga prestasi, indikatornya capaian prestasi, makanya pembinaan peningkatan prestasi itu fokus selain fun. Dari prestasi itu mencirikan secara organisasi kita bisa menjalankan bisa berprestasi, bisa dibilang tinggi, apalagi di PON,” imbuhnya.

Masih kata Gin Gin untuk mencari bibit unggul dan pembinaan, pihaknya mengajak club-club. Pasalnya prestasi yang diraih itu bisa disebut tergantung club-club dalam melakukan pembinaan.

Karenanya, ia mengajak ke depan setiap club dapat mengangkat anak asuh untuk dijadikan atlet-atlet berprestasi. Terlebih bibit kota Bandung ini berpotensi besar hanya saja kurang support dan dukungan.

“Tenis ini ada kategori dari usia muda dibawah 6 tahun. Sempat beberapakali kita mengadakan pertandingan kelompok umum maksimal 14-16 tahun. Nah kita kerjasama dengan sekolah untuk mencari bibit yang akan dibina dari tingkat pelajar,” paparnya.

Masih kata Gin Gin, tenis di Kota Bandung ini punya sejarah cukup panjang, pada tahun 1955 sempat ada pertandingan tenis internasional di Lapangan taman Maluku. Selain itu sejumlah atlet tenis nasional, lahir dari Kota Bandung.

Ia juga berharap tenis menjadi bagian yang dibudayakan sehingga membantu mempermudah mencari bibit di lingkungan sekolah ataupun masyarakat.

Bahkan Gin Gin berangan-angan ke depan tenis masuk kurikulum sekolah.

“Itu sebetulnya sudah masuk agenda kita sejak kepengurusan awal walaupun memang belum sempurna bisa terealisasi makanya kita mendorong juga pengurus akan datang bagaimana melakukan pembinaan termasuk mencari bibit unggul termasuk menjadikan tenis ini bagian dari kurikulum sekolah karena tenis ini tidak hanya sekedar olahraga tapi bisa membentuk karakter, sportifitas anak. Dan itu memang prioritas kita dorong kepada kepengurusan yang baru,” tutupnya.