Ketua DPRD Kota Bekasi Bahas Peran Generasi Muda dalam Politik pada Kajian Lemhannas RI

KOTA BEKASI, Prolite – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menjadi salah satu narasumber dalam Rapat Kajian Jangka Panjang yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Rabu (15/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sardi menyoroti pentingnya memperkuat peran dan keterlibatan generasi muda dalam sistem politik sebagai bagian dari pembangunan demokrasi yang berkelanjutan.

Pada forum tersebut, Sardi hadir bersama jajaran pimpinan Komisi IV DPRD Kota Bekasi, yakni Ketua Komisi IV Adelia dan anggota DPRD Wildan Fathurrahman. Ketiganya menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kalangan muda dalam proses politik formal, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Rapat kajian yang digelar Lemhannas RI itu mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga para pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi wadah diskusi untuk merumuskan strategi pembangunan politik nasional dalam jangka panjang, termasuk membahas upaya meningkatkan kualitas partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Dalam pemaparannya, Sardi Efendi menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus pembangunan bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah maupun nasional sangat bergantung pada sejauh mana anak muda diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, serta terlibat dalam kepemimpinan di masa depan.

Ia menilai bahwa aspirasi generasi muda tidak boleh hanya didengar saat momentum politik tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan publik secara berkelanjutan. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan akan lebih adaptif terhadap tantangan dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Sardi juga menekankan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam menyampaikan aspirasi. Hal tersebut mencakup kelompok anak muda yang dinilai memiliki potensi besar dalam menghadirkan inovasi, gagasan baru, serta solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Menurutnya, DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, tetapi juga memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Oleh karena itu, keterlibatan generasi muda dalam berbagai forum dialog dan penyusunan kebijakan perlu terus didorong agar suara mereka dapat terakomodasi secara optimal.

Ia menambahkan, semakin terbukanya ruang partisipasi politik bagi anak muda akan memberikan dampak positif terhadap kualitas demokrasi. Selain meningkatkan kesadaran politik, hal tersebut juga dapat melahirkan generasi pemimpin yang memiliki integritas, kemampuan, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Dalam forum tersebut, pembahasan juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendorong partisipasi politik generasi muda secara sehat dan konstruktif.

Sardi berharap hasil kajian yang dilakukan Lemhannas RI dapat menjadi salah satu referensi dalam merumuskan kebijakan pembangunan politik nasional ke depan. Menurutnya, pembangunan demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya ruang dialog yang inklusif dan mendorong partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi. Dengan keterlibatan yang semakin luas, diharapkan lahir berbagai gagasan dan inovasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Bekasi maupun Indonesia di masa mendatang. (dit/adv)

Ananditha Nursyifa
Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *