Pada acara buka puasa Ramadhan itu, tidak dibatasi jumlah jamaah semua bisa hadir dan berbuka puasa bersama disana.
Untuk berbuka, kata Farhan Pemkot tidak menyediakan anggarannya terkecuali 100 orang yang disediakan. Selebihnya berbuka dengan anggaran masing-masing.
“Hanya 100 orang saja, kan pakai anggarannya Kesra. Nah, tentu saja terbuka untuk para donatur yang ingin ikut berbagi berkah buka puasa, jadi ada banyak yang bisa berbuka puasa bersama. Sok, para donatur, para dermawan, apabila memang Bapak/Ibu memiliki rezeki lebih untuk dibagikan pada saat buka puasa bersama nanti, maka Insya Allah akan membawa berkah untuk semua orang, kalau dari saya, hanya 100 orang. Yang lain berapa? 1.000? 2.000? Ditunggu,” harapnya.
Disana pun kata dia banyak banyak tempat jajan dan tidak mahal. Jadi bisa sama-sama sambil menghidupkan UMKM dan terutama memakmurkan masjid.
Disinggung status masjid Agung, Farhan mengaku sudah mengecek bahwa masjid dan tanahnya adalah wakaf. Yang berarti wakaf itu adalah pengelolanya, maka kewajiban pengelola wakaf itulah untuk memastikan bahwa Masjid Agung itu bermanfaat untuk sebesar-besarnya umat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan