Daripada terus membiarkan pikiran negatif berputar, coba beberapa cara berikut yang direkomendasikan oleh The Guardian (Oktober 2025) dan para psikolog klinis:

1. Catat Bukti Nyata Keberhasilanmu

Buat jurnal kecil berisi hal-hal yang kamu capai setiap hari. Nggak harus besar — bisa sekadar “hari ini aku menyelesaikan deadline tepat waktu.” Ini membantu otak mengenali fakta bahwa kamu memang kompeten.

2. Belajar Menerima Pujian

Saat seseorang memuji, jangan langsung menyangkal. Cukup jawab, “Terima kasih.” Kedengarannya sepele, tapi kebiasaan kecil ini bisa melatih otak untuk menerima pengakuan secara sehat.

3. Tulis dan Evaluasi Ketakutanmu

Tuliskan hal-hal yang kamu takuti (“Aku takut orang tahu aku belum cukup pintar”). Lalu tanyakan: “Apakah ini benar?” dan “Apa buktinya?” Biasanya, kamu akan sadar kalau ketakutanmu lebih besar di kepala daripada di kenyataan.

4. Ganti Narasi Internal

Ubah dari “Aku penipu” menjadi “Aku sedang belajar.” Kamu nggak harus sempurna untuk layak. Setiap orang berproses.

5. Cari Lingkungan Suportif

Ceritakan perasaanmu pada teman, mentor, atau orang terdekat. Kadang mendengar bahwa orang lain juga pernah merasa sama bisa membantu kamu lebih tenang.

6. Buat Target Realistis & Mikro-Tujuan

Daripada menuntut kesempurnaan besar, bagi tujuanmu jadi langkah kecil. Dengan begitu, kamu bisa merayakan keberhasilan sedikit demi sedikit — dan itu bikin motivasi naik!

Kamu Layak, Kok!

Impostor syndrome bukan tanda kamu gagal, justru itu tanda bahwa kamu sedang naik level. Perasaan “nggak pantas” sering muncul karena kamu sedang menapaki wilayah baru, dan itu hal yang wajar.

Ananditha Nursyifa
Editor