Ghost in the Cell, Komedi Horor Joko Anwar Siap Tayang April 2026

Ghost in the Cell

Ghost in the Cell, Komedi Horor Joko Anwar Siap Tayang April 2026: Horor Kocak Penuh Kritik Sosial!

Prolite – Industri film Indonesia kembali bikin gebrakan! Film terbaru bertajuk Ghost in the Cell, Komedi Horor Joko Anwar Siap Tayang resmi meluncurkan trailer perdananya pada 23 Februari 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan. Film ini langsung mencuri perhatian karena menghadirkan kombinasi unik antara horor, komedi, dan kritik sosial yang tajam khas Joko Anwar.

Buat kamu pecinta film Indonesia, khususnya karya-karya Joko Anwar, kabar ini jelas jadi angin segar. Setelah sukses dengan berbagai film horor yang ikonik, kali ini ia datang dengan pendekatan berbeda: komedi horor berlatar penjara yang bukan cuma menyeramkan, tapi juga satir dan relevan dengan kondisi sosial masa kini.

Trailer Perdana yang Bikin Penasaran

Peluncuran trailer Ghost in the Cell dilakukan secara eksklusif di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, dan langsung mendapat respons positif dari para undangan yang hadir. Atmosfer penjara yang gelap, penuh sesak, dan mencekam langsung terasa sejak detik pertama.

Film ini merupakan karya ke-12 Joko Anwar bersama rumah produksi Come and See Pictures. Diproduseri oleh Tia Hasibuan dan digarap dengan sinematografi dari Ical Tanjung (Jaisal Tanjung), film ini menjanjikan kualitas visual yang matang dan berbeda dari film horor kebanyakan.

Yang menarik, Ghost in the Cell sudah lebih dulu melakukan world premiere di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026. Bahkan, film ini telah diakuisisi untuk distribusi global oleh Plaion Pictures serta bekerja sama dengan Barunson E&A dari Korea Selatan untuk distribusi di luar Asia Tenggara. Ini jadi bukti kalau industri film Indonesia makin dilirik pasar internasional.

Latar Penjara yang Penuh Makna

Kalau kamu pikir ini cuma film hantu biasa di dalam sel, kamu salah besar.

Menurut Joko Anwar, latar penjara dipilih bukan tanpa alasan. Penjara disebutnya sebagai miniatur masyarakat. Di dalamnya ada “pemerintah” (petugas lapas) dan ada “warga negara” (narapidana). Dinamika kekuasaan, ketimpangan, hingga konflik sosial terasa lebih padat karena terjadi di ruang yang sempit dan penuh tekanan.

Pendekatan ini membuat Ghost in the Cell, Komedi Horor Joko Anwar Siap Tayang bukan sekadar hiburan, tapi juga refleksi sosial. Humor yang diselipkan bukan cuma untuk membuat penonton tertawa, tapi juga untuk menyentil realitas.

Deretan Pemain Bertabur Bintang

Film ini dibintangi oleh aktor-aktor papan atas Indonesia seperti Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Yoga Pratama, Lukman Sardi, dan Danang Suryonegoro. Kehadiran mereka menjamin kualitas akting yang solid dan penuh energi.

Menariknya lagi, film ini juga melibatkan talenta internasional dari Malaysia seperti Ho Yuhang, Bront Palarae, dan Haydar Salishz. Kolaborasi lintas negara ini memberikan warna baru dan memperluas dimensi cerita.

Abimana Aryasatya mengungkapkan bahwa set penjara dibuat sangat realistis, bahkan sampai detail sel dua lantai yang benar-benar bisa dinaiki. Suasana penuh dan sesak tersebut memberikan pengalaman imersif bagi para pemain.

Sementara itu, Endy Arfian yang memerankan karakter Dimas menyebut perannya sebagai representasi kondisi jurnalisme di Indonesia saat ini. Karakter Dimas menggambarkan risiko yang dihadapi jurnalis, mulai dari intimidasi hingga kriminalisasi.

Teknik Long One Shot yang Ambisius

Salah satu hal paling menarik dari Ghost in the Cell adalah penggunaan teknik long one shot. Beberapa adegan digarap dalam satu pengambilan gambar panjang tanpa banyak potongan, bahkan ada yang mencapai 10–15 halaman skenario dalam satu shot.

Dengan total 97 halaman skenario dan hanya sekitar 40 scene, proses syuting yang berlangsung selama 22 hari berjalan sangat efisien. Pendekatan ini membuat alur cerita terasa lebih organik, intens, dan nyata.

Sinematografer Jaisal Tanjung menjelaskan bahwa seluruh set penjara dibangun secara menyeluruh, termasuk tata cahaya yang detail. Lighting disiapkan agar para pemain merasa seperti berada di dunia nyata, bukan sekadar set film.

Teknik ini jelas bukan hal mudah, karena menuntut konsentrasi tinggi dari aktor dan kru. Tapi justru di situlah letak kekuatan film ini—intens, imersif, dan berani secara teknis.

Siap Tayang 16 April 2026

Buat kamu yang sudah nggak sabar, Ghost in the Cell, Komedi Horor Joko Anwar Siap Tayang resmi di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Melihat rekam jejak Joko Anwar yang selalu berhasil menciptakan pengalaman sinematik unik, film ini berpotensi jadi salah satu rilisan paling dibicarakan tahun ini. Apalagi dengan campuran horor, komedi, dan kritik sosial yang relevan.

Film ini juga menjadi simbol bahwa perfilman Indonesia semakin matang dari segi produksi, kolaborasi internasional, hingga distribusi global. Bukan cuma tayang lokal, tapi juga siap bersaing di pasar dunia.

Ghost in the Cell bukan cuma tentang hantu di dalam penjara. Ini tentang realitas, kekuasaan, kebebasan, dan masyarakat yang dibungkus dengan humor gelap khas Joko Anwar.

Jadi, siapkah kamu menyaksikan horor yang bikin merinding sekaligus mikir? Tandai tanggalnya, ajak teman-temanmu, dan jangan sampai ketinggalan Ghost in the Cell di bioskop April 2026 nanti! 🎬🔥