Siap Bikin Sesak Napas, Film LIFT Hadirkan Horor Psikologis yang Intens

Prolite – Terjebak di Antara Lantai dan Rasa Bersalah: Film LIFT Hadirkan Teror Psikologis yang Bikin Deg-degan

Bayangkan kamu terjebak di dalam lift kantor pada malam hari. Lampu redup, sinyal hilang, dan suara asing tiba-tiba muncul dari interkom. Bukan sekadar gangguan teknis tapi ancaman. Inilah atmosfer mencekam yang ditawarkan film LIFT, sebuah film teror psikologis yang mengandalkan tekanan batin, rahasia masa lalu, dan ruang sempit sebagai sumber horor utamanya.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026, LIFT hadir dengan pendekatan yang berbeda dari film horor kebanyakan. Tidak mengandalkan jumpscare berlebihan, film ini justru bermain di ranah psikologis—mengulik rasa bersalah, ketakutan, dan dilema moral yang pelan-pelan menghantui para karakternya.

Teror yang Berakar dari Kecelakaan Masa Lalu

Cerita LIFT berpusat pada sebuah kecelakaan lift maut yang terjadi enam tahun lalu di sebuah perusahaan konstruksi besar. Insiden tersebut menewaskan direktur utama perusahaan dan, hingga kini, menyisakan banyak pertanyaan yang tak pernah benar-benar terjawab di ruang publik.

Waktu berlalu, kasus itu seolah terkubur. Namun luka lama ternyata belum sembuh. Teror kembali muncul ketika Hansen, direktur pengganti, menghilang secara misterius di kantor pada suatu malam kerja. Hilangnya Hansen menjadi pemicu rangkaian peristiwa ganjil yang menyeret banyak pihak yang terlibat—langsung maupun tidak—dalam kecelakaan lift enam tahun silam.

Terjebak di Lift, Terjebak oleh Rahasia

Ketegangan utama film ini terpusat pada dua karakter: Linda, staf humas perusahaan, dan Anton, mantan jurnalis yang pernah menjadi rekanan perusahaan. Keduanya terjebak di dalam lift kantor yang tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan.

Situasi yang awalnya terlihat seperti masalah teknis biasa berubah menjadi mimpi buruk saat suara misterius muncul melalui interkom lift. Suara itu bukan hanya mengintimidasi, tapi juga tahu terlalu banyak. Ia mengancam akan membuka peran Linda dan Anton dalam menutupi fakta kecelakaan lift enam tahun lalu.

Tekanan meningkat drastis ketika Linda mengetahui bahwa anaknya ikut disandera oleh pelaku tak dikenal tersebut. Ancaman yang tadinya bersifat reputasional kini berubah menjadi sangat personal. Pilihan Linda menjadi semakin sempit: melindungi citra perusahaan atau menyelamatkan nyawa anaknya.

Doris dan Tekanan di Balik Layar Kekuasaan

Sementara itu, teror tidak hanya berhenti di dalam lift. Doris, istri Hansen, menerima pesan-pesan aneh yang memaksanya datang ke kantor pada malam hari. Tanpa ia sadari, Doris ikut terseret ke dalam pusaran ancaman yang sama—rahasia lama yang selama ini disembunyikan perusahaan.

Melalui karakter Doris, film LIFT memperluas konflik dari sekadar ruang sempit lift menjadi jejaring kekuasaan dan kebohongan yang lebih besar. Penonton diajak melihat bagaimana keputusan di balik meja direksi bisa berdampak panjang, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Horor Psikologis dalam Ruang Sempit

Salah satu kekuatan utama LIFT terletak pada penggunaan ruang terbatas sebagai alat naratif. Lift bukan hanya lokasi kejadian, tapi juga simbol tekanan psikologis. Tidak ada tempat lari, tidak ada ruang bernapas, dan waktu terasa berjalan lambat.

Pendekatan ini sejalan dengan tren horor psikologis modern yang lebih menekankan pada ketegangan emosional dan konflik batin, bukan sekadar visual menyeramkan. Rasa takut dibangun melalui dialog, suara, dan keheningan yang menekan—membuat penonton ikut merasakan sesaknya situasi yang dialami karakter.

Dilema Moral: Reputasi atau Nyawa?

Di balik teror dan misteri, LIFT mengangkat tema yang relevan dengan dunia modern: etika, tanggung jawab, dan konsekuensi dari menutup kebenaran. Linda, sebagai humas perusahaan, merepresentasikan wajah korporasi yang terbiasa mengelola citra. Namun ketika nyawa anaknya dipertaruhkan, semua strategi komunikasi menjadi tidak berarti.

Film ini mengajak penonton bertanya: sejauh mana seseorang rela berbohong demi stabilitas dan reputasi? Dan apakah rahasia benar-benar bisa dikubur selamanya?

Deretan Pemeran dan Jadwal Tayang

Film LIFT diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama seperti Verdi Solaiman, Ismi Melinda, Max Metino, dan Shareefa Daanish, serta sejumlah pemeran lainnya. Kehadiran mereka menambah bobot emosional dan intensitas cerita, terutama dalam menghadirkan karakter dengan konflik batin yang kompleks.

Dengan cerita yang padat, atmosfer mencekam, dan tema psikologis yang kuat, LIFT dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026. Film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan horor psikologis lokal yang patut dinantikan awal tahun depan.

Siap Masuk Lift?

LIFT bukan sekadar film horor tentang kecelakaan atau teror misterius. Ini adalah kisah tentang rasa bersalah yang tertunda, kebohongan yang menumpuk, dan harga mahal dari menutup kebenaran. Jika kamu pencinta horor psikologis yang mengandalkan cerita dan tekanan emosional, film ini layak masuk daftar tontonan wajib.

Berani nggak naik lift bareng rahasia masa lalu? Jangan lewatkan LIFT di bioskop Februari 2026—dan siapkan mental sebelum pintu lift tertutup.