Film Kuyank Bangkitkan Urban Legend Kalimantan yang Paling Ditakuti

Film Kuyank

Prolite – Film Kuyank Bangkitkan Urban Legend Kalimantan yang Paling Ditakuti

Kembali lagi di edisi malam Jumat. Awal tahun 2026, penggemar film horor Indonesia bakal diajak masuk ke dunia mistis Kalimantan lewat film Kuyank, sebuah karya yang mengangkat urban legend lokal yang selama ini hanya beredar lewat bisik-bisik dan cerita turun-temurun.

Diproduksi oleh Dari Hati Film (DHF), Kuyank bukan sekadar film horor biasa. Film ini menjadi bagian dari Semesta Horor Saranjana: Kota Gaib, sebuah jagat sinema horor yang menggabungkan mitologi lokal, trauma manusia, dan teror yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dijadwalkan tayang 29 Januari 2026, Kuyank menjanjikan horor yang bukan cuma menyeramkan, tapi juga menyisakan rasa tidak nyaman lama setelah film selesai.

Kuyang: Urban Legend Kalimantan yang Melegenda dan Menghantui

Di masyarakat Kalimantan, nama kuyang bukan sekadar dongeng pengantar tidur. Ia adalah simbol ketakutan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kuyang dipercaya sebagai makhluk mitologis berwujud kepala manusia tanpa tubuh, dengan organ dalam seperti usus, jantung, dan hati yang menggantung di bawah kepalanya.

Legenda menyebutkan, kuyang umumnya berwujud perempuan berambut panjang, yang pada siang hari tampak seperti manusia biasa. Namun saat malam tiba, terutama setelah ritual ilmu hitam dilakukan, kepalanya dapat terlepas dari tubuh dan terbang bebas mencari mangsa.

Target utama kuyang sering kali adalah bayi, ibu hamil, atau perempuan melahirkan. Dalam kepercayaan lokal, darah dan organ tertentu diyakini memberi kekuatan untuk mempertahankan kecantikan, awet muda, dan kekuatan gaib. Inilah yang membuat sosok kuyang bukan hanya menyeramkan secara visual, tetapi juga sarat makna sosial: ketakutan terhadap ambisi, kecemburuan, dan keputusasaan.

Menariknya, mitos kuyang memiliki kemiripan dengan legenda lain di Nusantara seperti palasik di Sumatra atau leyak di Bali. Namun, kuyang tetap punya ciri khas Kalimantan yang kuat, terutama dalam kaitannya dengan kepercayaan adat dan konflik batin perempuan.

Film Kuyank dalam Semesta Horor Saranjana

Film Kuyank mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum kisah utama Saranjana: Kota Gaib. Artinya, penonton diajak menyelami asal-usul teror yang kelak membentuk semesta horor tersebut.

Alih-alih langsung menyuguhkan jumpscare, film ini membangun atmosfer lewat konflik batin, tekanan adat, dan ketakutan yang tumbuh perlahan. Pendekatan ini membuat horor terasa lebih personal dan realistis.

Sinopsis Film Kuyank: Cinta, Tekanan, dan Jalan Gelap

Kisah bermula di sebuah desa terpencil. Badri, seorang pria kaya, jatuh cinta pada Rusmiati, gadis desa yang polos dan sederhana. Setelah ibunya meninggal, Badri melamar Rusmiati dan membangun rumah tangga yang awalnya penuh harapan.

Namun, kebahagiaan itu perlahan retak. Bertahun-tahun menikah, Rusmiati belum juga dikaruniai anak. Tekanan adat mulai menghimpit. Ibu mertua menuntut Badri menikah lagi demi mendapatkan keturunan.

Badri berusaha menenangkan Rusmiati dan meyakinkannya bahwa cinta mereka cukup. Tetapi segalanya berubah ketika Rusmiati tanpa sengaja mendengar rencana keluarga untuk menikahkan Badri dengan perempuan lain bernama Fauziah.

Tekanan batin, rasa takut kehilangan, dan keputusasaan mendorong Rusmiati mengambil keputusan fatal. Ia nekat mempelajari ajian kuyang, ilmu hitam terlarang yang diyakini bisa membuatnya tetap cantik, muda, dan memikat.

Ketika Cinta Berubah Menjadi Kutukan

Keputusan Rusmiati membuka pintu teror. Sejak saat itu, desa mulai dihantui kejadian aneh. Bayi dan ibu hamil menjadi korban misterius setiap malam. Ketakutan menyebar, warga mulai curiga, dan bisik-bisik tentang kuyang kembali hidup.

Rahasia kelam Rusmiati akhirnya terbongkar. Warga menuntut pertanggungjawaban. Amarah massa tak terbendung. Di tengah kekacauan, Badri dihadapkan pada pilihan paling pahit dalam hidupnya: menyelamatkan istrinya dari amukan warga, atau melepaskan cinta yang telah berubah menjadi kutukan berdarah.

Horor Lokal dengan Isu Sosial yang Relevan

Yang membuat Kuyank terasa berbeda adalah lapisan maknanya. Film ini tak hanya menakut-nakuti penonton, tapi juga mengangkat isu tekanan sosial terhadap perempuan, tuntutan memiliki keturunan, dan bagaimana cinta bisa berubah menjadi kehancuran saat dibungkus ketakutan.

Kuyang di sini bukan sekadar monster, melainkan manifestasi dari luka batin dan ketidakadilan yang tak pernah diselesaikan.

Siap Menghantui Layar Lebar Awal 2026

Dengan latar budaya Kalimantan yang kuat, visual horor yang gelap, dan cerita yang emosional, film Kuyank berpotensi menjadi salah satu film horor lokal paling dibicarakan di awal 2026.

Film ini dijadwalkan tayang 29 Januari 2026, waktu yang pas untuk mengawali tahun dengan rasa merinding.

Jadi, berani nonton Kuyank di bioskop? Atau kamu lebih memilih menutup mata… dan telinga… saat kisah kuyang kembali terbang di malam hari?