Magang Jadi Dukun Demi Menyelamatkan Desa
Salah satu premis paling unik dari film ini adalah bagaimana seorang mahasiswa skeptis justru harus “magang” menjadi dukun.
Dalam upayanya menghentikan teror Kuntilanak Hitam, Raka akhirnya berguru kepada Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris yang sangat dihormati warga Desa Kalimati. Sosok ini diperankan oleh Adi Sudirja dan menjadi salah satu karakter penting dalam perkembangan cerita.
Proses belajar ilmu perdukunan yang dijalani Raka tentu tidak berjalan mulus. Berbagai ritual aneh, pengalaman supranatural, hingga kejadian absurd terus menghampirinya.
Di sinilah unsur komedi dan horor saling berpadu. Ketika suasana mulai menegangkan, kehadiran Boiman dan karakter-karakter unik lainnya justru menghadirkan tawa yang membuat film terasa ringan dan menghibur.
Horor 20 Persen, Komedi 80 Persen
Sutradara Chiska Doppert secara terbuka mengungkapkan bahwa Dukun Magang memang dirancang sebagai film dengan porsi komedi yang jauh lebih besar dibanding unsur horornya.
Komposisinya bahkan disebut mencapai sekitar 80 persen komedi dan 20 persen horor. Konsep tersebut sengaja dipilih agar penonton tetap merasa nyaman saat menyaksikan film ini tanpa harus dibebani ketegangan yang terlalu berat.
Meski demikian, bukan berarti unsur horornya hilang begitu saja. Film ini tetap menghadirkan suasana pedesaan yang menyeramkan, ritual mistis, rumah tua yang penuh misteri, serta gangguan gaib yang menjadi elemen penting dalam cerita.
Pendekatan ini membuat Dukun Magang berpotensi menjadi tontonan yang cocok bagi penonton yang ingin menikmati film horor tanpa harus mengalami pengalaman yang terlalu menguras mental.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan