Film “Angkara Murka” Tayang di Italia Sebelum di Indonesia: Horor yang Terlalu Nyata untuk Dilewatkan!

Angkara Murka

Prolite – Film “Angkara Murka” Tayang di Italia Sebelum di Indonesia: Horor yang Terlalu Nyata untuk Dilewatkan!

Siapa yang nggak suka film horor dengan cerita yang nggak cuma bikin merinding, tapi juga bikin mikir? Kalau kamu salah satu penggemar film dengan tema yang mendalam dan atmosfer yang kuat, “Angkara Murka” pasti nggak boleh kelewat! Film yang satu ini bukan hanya sekadar horor, tapi juga membawa cerita yang begitu nyata dan relevan dengan kehidupan kita.

Film ini diproduksi oleh Forka Films, dan kabar baiknya, “Angkara Murka” bakal tayang perdana di Italia sebelum akhirnya mendarat di bioskop Indonesia pada 22 Mei 2025. Sebelum tayang di Indonesia, film ini bakal menggebrak Far East Film Festival (FEFF) di Udine, Italia, pada 30 April 2025, dan berkompetisi di kategori White Mulberry Award for Best Debut Feature. Penasaran dengan cerita seram yang satu ini? Yuk, simak lebih lanjut!

Film Pertama Eden Junjung yang Mengguncang Dunia Horor

Kamu mungkin sudah nggak asing lagi dengan Eden Junjung, sang sutradara yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya pendeknya seperti Happy Family, Bura, dan The Intrusion. Karya-karyanya sudah banyak meraih pengakuan di festival internasional, dan “Angkara Murka” adalah film panjang pertama Eden yang berani melangkah ke dunia horor.

Dengan cerita yang mendalam dan nuansa seram yang kuat, “Angkara Murka” berhasil menggabungkan teror, emosi, dan kritik sosial dalam satu pengalaman sinematik yang bikin penonton nggak bisa berhenti berpikir. Seperti yang disampaikan oleh produser Ifa Isfansyah, “Film ini bercerita tentang sesuatu yang dekat dengan realitas, tapi dibicarakan dalam bahasa film yang bisa dinikmati siapa saja.” Kalau menurut kamu, kedekatan cerita dengan realitas ini bakal bikin makin menegangkan, kan?

Plot yang Terlalu Nyata: Horor yang Menyeramkan dan Relatable

“Angkara Murka” bercerita tentang Ambar (diperankan oleh Raihaanun), seorang ibu muda yang terpaksa bekerja di tambang pasir demi mencari suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang hilang misterius di lokasi tambang tersebut. Gimana rasanya, coba, kalau harus bekerja keras di tempat yang keras dan penuh ancaman, bukan cuma dari manusia, tapi juga makhluk tak kasat mata?

Namun, di balik dunia tambang yang penuh kekerasan, Ambar justru harus menghadapi teror yang lebih dalam lagi—kekuasaan yang rakus, praktik tumbal, dan makhluk-makhluk gaib yang menjaga tanah tambang tersebut. Bareng dengan Lukman (Simhala Avadana), Ambar berusaha mengungkap rahasia gelap yang tersembunyi di dalam tambang. Namun semakin mereka menyelidiki, semakin besar pula kekuatan yang berusaha menutup suara-suara lemah mereka.

Sutradara Eden Junjung bahkan mengatakan,

“Saya tumbuh di kaki gunung yang katanya dihuni setan, tapi seiring waktu saya sadar, ketakutan itu sengaja ditanamkan untuk membungkam.”

Film ini menawarkan horor yang sangat nyata, bukan hanya soal hantu, tapi juga tentang praktik-praktik yang mengeksploitasi orang-orang kecil demi keuntungan semata.

Akting Total dan Dialog Jawa yang Kental

Film ini juga menampilkan totalitas akting dari para pemain, terutama Raihaanun yang dituntut untuk berbahasa Jawa sepenuhnya dalam film ini. Bayangin aja, saat ditawari peran ini, Raihaanun nggak cuma belajar dialog, tapi juga harus mendalami aksen dan emosi yang tepat dalam berbahasa Jawa.

“Mas Eden langsung mengasah kami sebagai pemain, tidak ada perantara pemain dan sutradara jadi langsung dipolesnya. Ada proses reading, kami berulang omong skrip yang sudah kami pegang. Tapi untuk mematenkan skrip agar lebih fasih, meyakinkan karakternya, sebelum take itu kami ulang terus sampai terdengarnya seperti orang Jawa,” kata Raihaanun.

Proses seperti ini tentu saja menciptakan chemistry yang kuat di antara para aktor, membuat karakter-karakternya terasa sangat nyata dan relatable. Plus, lokasi syuting yang diambil di tempat tambang sungguhan menambah atmosfer horor yang semakin mencekam.

Tayang Perdana di Festival Film Internasional

Film ini bukan hanya bakal tayang di Indonesia, tapi sudah lebih dulu mendapat sambutan internasional. Far East Film Festival di Udine, Italia, bakal jadi ajang perdana untuk “Angkara Murka”. Di sana, film ini akan bersaing untuk memperebutkan White Mulberry Award for Best Debut Feature. Sebelumnya, Forka Films memang dikenal lewat film-filmnya yang juga tayang di festival internasional, seperti Siti, Yuni, dan The Seen and Unseen, jadi nggak heran kalau “Angkara Murka” juga mendapat perhatian besar dari para kritikus.

Kenapa Kamu Harus Nonton “Angkara Murka”?

Selain karena ceritanya yang sangat mengangkat tema sosial yang penting, “Angkara Murka” juga menawarkan horor dengan kedalaman yang jarang kita temui di film Indonesia. Cerita yang mengangkat kekuasaan yang rakus dan eksploitasi manusia sangat relevan dengan isu-isu yang ada di masyarakat kita, membuat film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cermin dari kenyataan yang ada.

Jika kamu suka film horor yang penuh ketegangan dan tak hanya mengandalkan jumpscare, “Angkara Murka” harus banget masuk dalam daftar film yang harus ditonton! Siapkan diri kamu untuk merinding, mikir, dan terkejut dengan plot yang menyentuh banyak sisi kehidupan.

Ayo Dukung Film Horor Lokal Berkualitas!

Jadi, jangan sampai ketinggalan! “Angkara Murka” bakal tayang di bioskop Indonesia pada 22 Mei 2025, dan pastinya akan jadi film horor yang nggak hanya sekadar serem, tapi juga memberikan pengalaman sinematik yang mendalam. Semoga film ini bisa jadi tontonan berkualitas yang membawa nama Indonesia ke dunia internasional, ya!

Jadi, tunggu apa lagi? Simpan tanggalnya, ajak teman-teman kamu, dan siap-siap buat nonton horor yang penuh makna! Jangan sampai ketinggalan, ya!