EO Pesta Sabun Tak Boleh Kerjasama di Kota Bandung

BANDUNG, Prolitenews – Klub malam Brotherhood yang lokasinya dijadikan ajang pesta sabun masih dalam penyelidikan Satpol-PP dan hasilnya pihak klub berjanji tidak akan mengulangi serta memblacklist event organizer (EO) penyelenggara pesta sabun tersebut agar tidak kerjasama lagi di kota Bandung.
“Kalau klub nya membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi dan tidak akan kerjasama atau blacklist EO tersebut dan minta maaf. Untuk EO nya sedang diselesaikan pihak klub dan mungkin bukan warga kota Bandung,” tegasnya.
Selain klub Brotherhood sebelumnya pihaknya pun sudah banyak melakukan penyegelan seperti di depan gedung Pakuan sempat disegel dan beberapa klub lainnya.
Klub-klub itu sempat disegel karena melanggar atau membuka aktivitas diwaktu hari-hari besar Islam.
“Nanti saat maulid akan keliling juga dan kalau ada hal menganggu ketentraman lapor ke saya,” tegasnya.
Erwin memastikan kasus tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola hiburan di Kota Bandung dan menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang di kemudian hari.
Pemkot Bandung terus memperluas pengawasan terhadap tempat hiburan malam. Sebelumnya fokus penindakan lebih banyak menyasar praktik prostitusi di apartemen, hotel, dan kos-kosan. Namun, setelah kasus pesta sabun ini, klub malam dan diskotek juga akan diawasi secara intensif.
“Satpol PP sudah saya perintahkan untuk rutin keliling, memeriksa, dan menindak bila ada pelanggaran,” ucap Erwin.
Tak hanya mengandalkan aparat, Pemkot Bandung juga mengajak masyarakat berperan aktif.
Erwin mengungkapkan, kanal pengaduan sudah terbuka luas, mulai dari Bandung Siaga 112, akun resmi Satpol PP, hingga media sosial. Bahkan ia menyebut warga bisa melaporkan langsung kepadanya.
Erwin mencontohkan, beberapa kasus sebelumnya, termasuk praktik prostitusi apartemen dan penutupan diskotek, berhasil diungkap berkat laporan masyarakat. Sementara pesta sabun ini pertama kali diketahui dari unggahan viral di media sosial.
“Artinya partisipasi warga sangat vital, tanpa itu kami bisa kecolongan,” tambahnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengelola hiburan untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan. Pemkot Bandung tidak ingin citra kota rusak karena ulah segelintir pihak.
“Mari kita jaga bersama Bandung tetap aman, tertib, dan sesuai visi kota unggul, terbuka, amanah, maju, sekaligus agamis,” ungkapnya.