“Tapi nanti setelah hasil uji bersama-sama ini sudah keluar hasilnya nanti kita akan lapor ke Kementerian LH kami harus bagaimana? Sebab dari 15 unit insinator itu sudah terkelola sampah sekitar 130 hingga 150 ton per hari. Nah karena itu kalau tidak beroperasi artinya ada sampah 150 ton sehari yang tidak dapat kita tangani dan itu something buat pemerintah kota Bandung,” ucapnya.
Berapa lama hasil uji dari 5 perguruan tinggi itu, kata Darto pihaknya belum membuat timeline yang jelas, masih menunggu respon dari 5 perguruan tinggi itu baru nanti setelah dapat respon pihaknya menemukan timeline seberapa cepat atau seberapa lambat penanganan ini dilakukan.
Kelima kampus itu yakni ITB untuk mengkaji teknologi dan lingkungan, UNPAD untuk perhitungan ekonomi.
“Jika harus investasi, jika harus perhitung dengan RDF-nya itu harus bagaimana? kemudian Itenas, itu sama teknologi alternatif juga, kemudian satu lagi UNISBA, kalau tidak salah ya, terus satu lagi apa, saya lupa. Namun demikian kelima kampus ini bukan menguji mesin tersebut melainkan melakukan penelitian pengembangan teknologi yang paling ramah lingkungan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan