“Hal yang kami lakukan adalah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang mencari pekerjaan. Karena itu intensitas job fair kami tingkatkan menjadi sebulan sekali dan pelaksanaannya dibuat lebih efisien melalui sistem online,” jelasnya.
Disnaker juga menghadirkan layanan Talent Hub secara gratis. Program ini memberikan tes minat dan bakat bersama psikolog sehingga pencari kerja dapat mengetahui bidang pekerjaan yang paling sesuai dengan potensi mereka.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih didominasi sektor perdagangan, ritel, pemasaran (sales) hingga logistik dan ekspedisi. Sementara sektor perhotelan masih relatif terbatas, meski kebutuhan kemampuan komunikasi dan public speaking tetap tinggi.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bandung menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,22 persen.
Pelaksanaan job fair berbasis digital pun mendapat respons positif dari para pencari kerja. Salah seorang warga Kota Bandung, Resa Septiani mengaku proses melamar melalui aplikasi lebih praktis karena telah menyediakan tahapan awal sebelum wawancara.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan