Menurut Horney, banyak konflik psikologis perempuan bukan berasal dari faktor biologis, tapi dari tekanan sosial, budaya patriarki, dan relasi interpersonal yang tidak sehat.
Ia memperkenalkan konsep basic anxiety, yaitu rasa tidak aman mendasar yang muncul sejak kecil akibat lingkungan yang kurang suportif. Dari sini, Horney mengembangkan teori tentang tiga strategi kepribadian:
- Bergerak mendekati orang lain (compliance)
- Bergerak melawan orang lain (aggression)
- Bergerak menjauh dari orang lain (withdrawal)
Pemikirannya membuka jalan bagi pendekatan psikologi yang lebih humanistik dan sensitif terhadap konteks sosial.
Kontribusi Besar yang Sering Terabaikan
Banyak tokoh psikologi wanita mengalami hal yang sama: ide mereka dianggap “pelengkap” atau sekadar pendukung teori laki-laki. Padahal, dalam banyak kasus, mereka justru membawa perspektif baru yang lebih empatik dan kontekstual.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan