Sejarah Lagu Halo-halo Bandung, Diciptakan 1946 oleh Ismail Marzuki

Lagu Halo-halo Bandung di rubah menjadi Hello Kuala Lumpur (Youtube).

BANDUNG, Prolite – Beberapa waktu lalu warga Kota Bandung di gegerkan karena video lirik lagu halo-halo Bandung berubah menjadi Hello Kuala Lumpur.

Lagu jiplakan yang di buat dari Negara tetangga yakni Malaysia viral setelah di unggah pada saluran Youtube Lagu Kanak TV pada 2018 lalu.

Meskipun lirik lagu Hello Kualumpur sudah di ubah namun nada serat ketukan semua mengikuti lagu ciptaan Ismail Marzuki.

Dubes RI di Malaysia, Hermono, mengatakan pihak Kedutaan Besar RI sedang mengumpulkan bukti terkait plagiarisme tersebut.

Halo-Halo Bandung adalah lagu nasional Indonesia yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia dalam peristiwa “Bandung Lautan Api”, yang membakar Kota Bandung di Jawa Barat sebelum pasukan Inggris menguasai kota itu.

Mungkin masih ada yang belum tau tentang sejarah lagu halo-halo Bandung yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.

Berikut sejarah lagu Halo-Halo Bandung

wikipedia
wikipedia

Lagu yang di ciptakan pada tahun 1946 oleh Ismail Marzuki, merupakan dari kisah Ismail Marzuki yang sempat mengungsi ke Bandung bersama istrinya.

Istri sang pencipta lagu Eulis Zuraidah untuk menghindari pendudukan tentara Inggris dan Belanda di Jakarta.

Namun, tidak lama setelah mereka menetap di Bandung, terbit ultimatum dari pihak Inggris yang memerintahkan pihak tentara pejuang Indonesia untuk segera meninggalkan Kota Bandung

Para pejuang Indonesia membalas dengan sengaja membakar rumah dan gedung di wilayah selatan kota Bandung sebelum mereka meninggalkan kota pada 24 Maret 1946.

Karena peristiwa itulah maka dari itu Bandung dikenal sebagai “Bandung Lautan Api”.

Setelah kejain tersebut Ismail Marzuki dan istrinya kembali ke Kota Jakarta, namun kenangan indah di Kota Bandung tidak bisa ia lupakan begitu saja.

Karena itulah alasan dirinya untuk menciptakan lagu dengan berbahasa Sunda dengan judul halo-halo Bandung”.

Tidak hanya itu, Ismail Marzuki juga menciptakan beberapa lagu lainnya seperti, “Bandung Selatan di Waktu Malam” dan “Saputangan dari Bandung Selatan”.

Setelah itu, lagu Halo-Halo Bandung menjadi sangat dikenal dan menjadi bagian dari lambang perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah.




Salju Abadi Puncak Jaya Terancam Punah, Pemerintah Diminta Segera Bertindak

puncak jaya

JAKARTA, Prolite – Salju abadi di Puncak Jaya, Papua, terancam punah dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang semakin parah.

Dilansir dari , luas tutupan es di Puncak Jaya telah menyusut dari 10,6 kilometer persegi pada tahun 1939 menjadi 0,23 kilometer persegi pada tahun 2022.

Penipisan salju abadi di Puncak Jaya disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain meningkatnya suhu udara, berkurangnya curah hujan, dan perubahan pola angin.

Perbandingan Puncak Jaya Dulu dan Sekarang akibat perubahan iklim -cenderawasihpos

Kepunahan salju abadi di Puncak Jaya akan memiliki dampak yang sangat signifikan bagi Indonesia.

Dampak tersebut antara lain:

  • Hilangnya salah satu keajaiban alam yang menjadi kebanggaan Indonesia
  • Perubahan ekosistem di sekitar salju abadi
  • Peningkatan tinggi muka laut

Menanggapi hal ini, pemerintah pun diminta untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim dan mencegah kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.

Upaya-upaya tersebut antara lain:

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim
  • Melakukan penelitian dan pengembangan untuk mencari solusi mengatasi perubahan iklim

“Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim. Hilangnya salju abadi di Puncak Jaya merupakan peringatan bagi kita semua bahwa perubahan iklim adalah ancaman serius bagi kehidupan kita,” kata aktivis lingkungan, Angga Dwi Putra.

Angga menambahkan, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim. Masyarakat perlu memahami bahwa perubahan iklim adalah tanggung jawab kita bersama.

Potret Pendaki saat di Puncak Jaya, Papua – gaetlokal

Selain Angga, sejumlah aktivis lingkungan lainnya juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim.

Mereka menilai bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam menghadapi ancaman kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.

“Pemerintah harus segera membuat kebijakan-kebijakan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan anggaran untuk penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat membantu mengatasi perubahan iklim,” kata aktivis lingkungan lainnya, Bakti Adi Putra.

Bakti menambahkan, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perubahan iklim.

Masyarakat perlu memahami bahwa perubahan iklim adalah masalah global yang harus dihadapi bersama.

Pemerintah sendiri telah mengakui bahwa perubahan iklim merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

  • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan
  • Meningkatkan efisiensi energi
  • Melakukan reboisasi

Namun, upaya-upaya tersebut dinilai masih belum cukup. Pemerintah perlu meningkatkan upaya-upayanya untuk mengatasi perubahan iklim dan mencegah kepunahan salju abadi di Puncak Jaya.




Kebakaran di SMPN 25 Bandung , Satu Jam Diskar Berhasil Memadamkan Api

Kebakaran terjadi di gudang lantai 3 dan 2 ruang kelas murid SMPN 25 Bandung (istimewa).

Kebakaran di SMPN 25 Bandung , Satu Jam Diskar Berhasil Memadamkan Api

BANDUNG, Prolite – Tepat pada Kamis, 14 September 2023 pukul WIB kebakaran terjadi di gudang lantai 3 dan 2 ruang kelas murid SMPN 25 Bandung, Jalan Pajagalan , Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astanaanyar.

Menurut keterangan Kabid PP SMPN 25 Kota Bandung, Dani Nurahman, saat itu ia mendapatkan laporan dari penjaga sekolah.

“Penjaga sekolah tiba-tiba melihat asap tebal di lantai 3 bagian gudang. Setelah dicek, sudah timbul api besar membakar bagian gudang,” kata Dani.

Penanganan awal pun dilakukan oleh penjaga sekolah menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Kemudian kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (Diskar PB).

“Sampai saat ini penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Total luas yang terbakar kurang lebih 72 meter persegi. Kisaran kerugian belum bisa diperkirakan,” lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Penjaga sekolah pun terselamatkan. Sebanyak 5 Unit Diskar PB yang diturunkan yakni 2 unit pancar UPT Selatan, 1 unit water tanker, 1 unit pancar barat, dan 1 unit rescue.

“Unsur dukungan turut juga membantu dari Babinsa, Polsek Astana Anyar, PMI, PLN, pengurus SMPN 25 Bandung, aparat kewilayahan Kecamatan Astanaanyar, Relawan Kebakaran, Karang Anyar, dan relawan lainnya,” ujarnya.

Penanganan dimulai pada pukul WIB. Petugas melakukan pemadaman secara menyeluruh di area kelas dan gudang yang terbakar.

Pada saat terjadi kebakaran, kondisi sekolah dalam keadaan kosong karena tidak ada kegiatan belajar mengajar. Setelah api berhasil dipadamkan, dilanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan.

Kemudian petugas melaksanakan pendataan dan memberikan imbauan mengenai nomor darurat emergency call 113 serta memberikan informasi mengenai penanganan damkar tidak dipungut biaya.

“Penanganan usai pada pukul WIB atau waktu penanganan selama 60 menit. Lalu petugas kembali ke Mako Diskar PB Kota Bandung. Tadi ada 3 pleton yang diterjunkan,” imbuh Dani.




Dinilai Kurang Efektif : Kebijakan Tilang Kendaraan Tidak Lolos Uji Emisi Dihentikan

Tilang Kendaraan

JAKARTA, Prolite – Kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mulai dihentikan dari hari kemarin, Selasa (12/9/2023). Kebijakan ini dihentikan karena dinilai tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Jakarta.

Kombes Nurcholis, yang menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Pengendalian Polusi Udara, mengemukakan pandangannya bahwa kebijakan tilang (penindakan hukum dengan denda) tidak selalu efektif dalam mengatasi masalah kendaraan yang tidak lolos uji emisi.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan personel dan sarana prasarana yang tersedia bagi pemerintah.

Seorang petugas sedang melakukan Uji Emisi pada kendaraan roda 4 – Aditya Pradana Putra

Nurcholis menjelaskan, “Ternyata penilangan tidak efektif, maka setelah ada Satgas yang tidak lulus uji diimbau untuk diservis, dan kita berusaha komunikasi dengan dealer untuk membantu servis.”

Dalam konteks ini, Satgas berusaha lebih mengedepankan pendekatan pemahaman dan kerja sama dengan pemilik kendaraan serta dealer mobil untuk memastikan bahwa kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi dapat segera diperbaiki dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Nurkholis mengatakan bahwa kebijakan baru akan diberlakukan untuk kendaraan yang tidak lolos uji emisi. Kebijakan baru tersebut adalah berupa sanksi administratif berupa surat teguran.

“Nanti akan ada surat teguran,” kata Nurkholis.

Kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mulai diberlakukan pada tahun 2022. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Jakarta.

Perpanjangan Masa Uji Emisi

Aplikasi e-Uji Emisi Roda 4 untuk mengecek Hasil Uji Emisi – Aditya Pradana Putra

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya menghentikan kebijakan tilang, tetapi mereka juga telah memutuskan untuk memperpanjang masa berlaku uji emisi kendaraan hingga tanggal 31 Desember 2023.

Keputusan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih kepada masyarakat untuk melakukan uji emisi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan, “Kami memperpanjang masa berlaku uji emisi hingga 31 Desember 2023.”

Sebelumnya, masa berlaku uji emisi ini berlaku selama 1 tahun. Namun, dengan penghentian kebijakan tilang, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang periode uji emisi hingga akhir tahun 2023.

Asep juga menambahkan bahwa akan ada evaluasi lebih lanjut setelah masa berlaku uji emisi diperpanjang.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan kelonggaran kepada masyarakat sambil tetap memastikan kendaraan di Jakarta memenuhi standar emisi yang ditetapkan.

Respons Masyarakat Saat Kebijakan Tilang Kendaraan Dihentikan

Potret uji emisi kendaraan dinas polisi – Rifkianto Nugroho

Keputusan untuk menghentikan kebijakan tilang kendaraan yang tidak lolos uji emisi mendapat respons positif dari sebagian besar masyarakat.

Mereka melihat bahwa kebijakan tilang sebelumnya tidak efektif dalam mengurangi polusi udara dan malah menambah beban ekonomi masyarakat.

Andi, seorang warga Jakarta, menyatakan pandangannya bahwa kebijakan tilang tidak efektif dan justru memberikan beban tambahan kepada masyarakat.

Ia lebih setuju dengan pendekatan baru berupa sanksi administratif berupa surat teguran. Menurutnya, kebijakan ini lebih efektif dalam memotivasi masyarakat untuk melakukan uji emisi secara sadar.

“Pemberian surat teguran akan membuat masyarakat lebih aware atau sadar akan pentingnya uji emisi,” kata Andi.

Pendapat seperti ini mencerminkan harapan bahwa dengan pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif, masyarakat akan lebih terdorong untuk berpartisipasi dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan secara keseluruhan.




Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

Dinkes Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung (dok Pemkot Bandung).

Mencegah Penyebaran DBD Warga Ujungberung Ternak Nyamuk

BANDUNG, Prolite – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar On The Job Training Strategi dan Manajemen Implementasi Wolbachia untuk DBD di Kecamatan Ujungberung.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung akan mengimplementasikan inovasi bakteri wolbachia ke dalam telur-telur nyamuk Aedes aegypti. Upaya ini baru akan diujicobakan di Kecamatan Ujungberung.

Selain itu, Kota Bandung juga disebut termasuk daerah endemis DBD dengan kasus cukup tinggi. Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan keputusan, Kota Bandung merupakan 1 dari 5 kota pilot project untuk implementasi penanggulangan DBD dengan berbasis teknologi wolbachia.

Adapun implementasi teknologi wolbachia adalah penyuntikkan bakteri wolbachia kepada telur nyamuk Aedes aegypti, sehingga menetas menjadi nyamuk dewasa.

eljabar
eljabar

Jika nyamuk tersebut menggigit pengidap virus dengue, maka virus yang dihisap nyamuk akan mati dengan bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tersebut tidak akan bisa menyebarkan virus dengue lagi ke tubuh manusia.

Kecamatan Ujungberung terpilih sebagai pilot project karena termasuk dalam 10 kecamatan dengan kasus DBD terbanyak di Kota Bandung tahun 2022. Selain itu, Kepala UPT Puskesmas Ujungberung pun telah mendapat pelatihan mengenai inovasi wolbachia di Yogyakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani menyampaikan implementasi bulan Oktober mendatang, pihaknya akan menitipkan telur nyamuk Aedes aegypti yang sudah disuntikkan wolbachia di dalam ember. Harapannya, nyamuk-nyamuk ini akan menggantikan nyamuk Aedes aegypti yang memiliki virus dengue.

Lalu, nyamuk-nyamuk tersebut bisa kawin dengan nyamuk lokal untuk menghasilkan nyamuk lain yang otomatis sudah memiliki bakteri wolbachia. Sehingga nyamuk Aedes aegypti tidak akan bisa menjadi perantara virus dengue lagi.

“Telur-telur yang sudah disuntikkan wolbachia ini diproduksinya di lab entomologi atau lab serangga. Kota Bandung itu dapatnya dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Salatiga,” ungkapnya.

Ira menjelaskan, wolbachia sering ditemui dalam keseharian. Bakteri tersebut ada di dalam tubuh lalat buah, hewan-hewan kecil yang biasanya suka terbang di pisang atau buah-buahan.

“Di skema ini, nyamuk Aedes aegypti akan tetap ada untuk keseimbangan ekologis. Tapi dia sekarang sudah mengandung bakteri wolbachia supaya bisa menghentikan penyebaran virus dengue,” ucapnya.

Kota pertama yang mengimplementasikan inovasi ini adalah Yogyakarta. Dari penelitian dan implementasi wolbachia di sana, kasus DBD bisa turun sampai 70 persen.

Meski begitu, Ira mengatakan, implementasi wolbachia ini bukan berarti menggantikan seluruh upaya pencegahan DBD yang ada. Langkah-langkah sebelumnya akan tetap dijalankan, seperti 3M (menguras, menutup, dan mengubur), fogging sesuai indikasi, dan Gerakan Satu Rumah Satu Juru Jumantik.

Ke depannya, akan ada ember yang disebar se-Kota Bandung. Namun, untuk penyebarannya harus melihat dari peta udara dan satelit mengenai luas wilayah serta jumlah hunian. Sehingga tidak bisa disamaratakan jumlahnya tiap kecamatan.

Ira menuturkan, inovasi ini juga untuk mengurangi paparan kimia yang tidak sesuai indikasi. Sehingga lebih aman bagi lingkungan, masyarakat, juga secara ekonomis lebih murah. Sedangkan jika dibandingkan dengan fogging, lebih membutuhkan biaya untuk bensin dan obatnya.

“Kalau memang ini bisa diterapkan secara merata, harapannya angka kasus bisa turun karena virus dengue sudah tidak ada. Lalu, fogging juga bisa berkurang, sehingga dananya bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting,” imbuhnya.




Permasalahan Sampah Masih Jadi Masalah Utama, Salah Satunya TPS RW 04 Turangga

Permasalahan sampah di TPS RW 04 Turangga sudah memakan setengah jalan (ayobandung).

Permasalahan Sampah Masih Jadi Masalah Utama, Salah Satunya TPS RW 04 Turangga

BANDUNG, Prolite – Permasalahan sampah di Kota Bandung belum usai hingga kini, sudah tiga minggu lebih masalah ini belum juga usai.

Banyaknya tumpukan sampah di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang ada di Kota Bandung menjadi masalah baki kita semua.

Salah satunya TPS yang berada di RW 09 Kelurahan Turangga, Kecamatan lengkong tidak pernah diangkut bahkan hingga gunungan sampah memakan setengah badan jalan.

Karena gunungan sampah di TPS RW 09 sudah memakan setengah badan jalan maka pengendara yang akan melintas hanya bisa menggunakan setengah jalan saja.

Sudah banyak warga yang mengeluh dengan kondisi jalan yang setengahnya di pakai untuk tumpukan sampah, bukahn hanya itu namun warga juga mengeluhkan dengan aroma yang tidak sedap dari tumpukan sampah.

Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karna memang untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sedang bermasalah karena adanya kebakaran.

Petugas TPS RW 04 Turangga, Abidin (60) mengatakan, tumpukan sampah menggunung sejak kebakaran TPA Sarimukti terjadi. Pasalnya sejak bencana tersebut berlangsung, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA pun berhenti sampai sekarang.

“Kalaupun harus diangkut, pasti butuh lebih dari 10 truk untuk ngangkut semua sampah yang ada di sini (TPA RW 04 Turangga),” ungkap Abidin dikutip dari , Senin (11/9).

Menurutnya, TPS RW 04 Turangga sendiri sudah ditutup selama seminggu terakhir. Hal tersebut dilakukan karena TPS sudah over capacity.

Namun karena letak TPS berada di pinggir jalan dan terbuka, banyak akhirnya warga yang lewat malah numpang membuang sampah di sana.

Permasalahan sampah sendiri buhan hanya terjadi di Kelurahan Turangga namun masih banyak kelurahan-kelurahan di Kota Bandung yang bernasib sama.

Imbas dari kebakaran sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hingga kini permasalahan sampah belum bisa terurai.

 




“Rhoma Irama” Goyang Balai Kota Memeriahkan HJKB ke-213

Raja Dangdut, Rhoma Irama menggoyang para penggemarnya di Balai Kota Bandung (dok. Pemkot Bandung).

“Rhoma Irama” Goyang Balai Kota Memeriahkan HJKB ke-213

BANDUNG, Prolite – Raja Dangdut, Rhoma Irama menggoyang para penggemarnya di Balai Kota Bandung, Rabu 13 September 2023. Membawakan lagu Mirasantika dan Judi, Ia tampil untuk memeriahkan Hari Jadi ke-213 Kota Bandung.

“Dalam rangka bagaimana menyelamatkan generasi muda di Kota Bandung, Rhoma Irama akan membawakan lagu Mirasantika,” ujarnya yang disambut meriah masyarakat yang hadir.

Lagu tersebut dibawakan dengan apik dan menghibur masyarakat dan partisipan yang hadir.

Namun Rhoma Irama yang hadir ini ternyata hanya diperankan oleh Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna. Ia turut andil dalam perlombaan performance musik di Taman Dewi Sartika Kota Bandung.

Lomba performance musik ini masih dalam rangkaian Lomba Seni dan Olahraga menyambut HJKB 213.

Ema menyebut ajang tersebut merupakan rangkaian acara menyambut HJKB ke-213 serta sebagai sarana refreshing dan silaturahmi antar organisasi perangkat daerah (OPD).

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Ini kan refreshing kita dalam upaya meningkatkan silaturahmi di antara para ASN. Ada ajang hiburan sambil kita bersilaturahmi,” katanya.

Lomba seni dan olahraga ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga Rumah Sakit di Lingkungan Pemkot Bandung.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil Sidang Pleno Dewan Juri, dari 67 OPD, BUMD dan Rumah Sakit dipilih 10 Peserta Terbaik yang akan kembali bertanding pada Babak Grand Final Lomba Performance, Musik dan Lagu, Jumat, 15 September 2023 yakni:

• Kecamatan Mandalajati
• Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
• Dinas Perdagangan dan Perindustrian
• Satuan Polisi Pamong Praja
• Dinas Perhubungan
• Kecamatan Bojongloa Kaler
• Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
• Sekretariat Daerah
• Rumah Sakit Gigi dan Mulut
• Dinas Arsip dan Perpustakaan

Tak hanya itu, akan ada pula perlombaan olahraga seperti lomba balon, memasukan pensil kedalam botol, lomba perkutut dan lomba estafet sedotan.

Rangkaian HJKB juga akan diisi dengan berbagai acara mulai dari Bebersih Bandung, Bandung Berbagi, ziarah ke makam leluhur Bandung, upacara peringatan, Bandung Great Sale dan berbagai acara lainnya. (rob)**




Penganiayaan Terhadap 3 Korban VS 2 Tersangka Terjadi di Kabupaten Sumedang

Ilustrasi penganiayaan di Kabupaten Sumedang.

Penganiayaan Terhadap 3 Korban VS 2 Tersangka Terjadi di Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, Prolite – Lagi-lagi ! Aksi penganiayaan secara membabi buta kembali terjadi di Kabupaten Sumedang.

Ketiga korban tidak berdaya saat 2 orang pelaku melakukan pemukulan secara brutal.

Dalam video berisi rekaman aksi pemukulan yang terjadi di pinggir jalan kawasan Gending Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Terlihat dalam video 1 orang pelaku menendang dan memukuli korban dengan menjadi-jadi. Sedangkan 1 orang temannya membantu dan merekam aksi brutal yang di lakukan oleh tersangka lainnya terhadap ke 3 korban.

Bahkan salah satu korban bernama Oki Robiansah 22 tahun menderita luka bakardi Bagian kaki. Luka bakar yang dialami oleh korban karena telah tertimpa motor yang di kendarainya lantaran di tending oleh pelaku.

Selain mengalami luka bakar helm yang dikenakan oleh korban juga di rampas oleh pelaku.

Setelah puas melakukan penganiayaan terhadap ketiga korban lantas pelaku meninggalkan korban yang tidak berdaya di pinggir jalan.

Kejadian yang terjadi pada tanggal 27 Agustus 2023, motif pelaku melkukan penganiayaan karena tersinggung saat berpapasan di jalan.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yusuf Maulana Bachtiar menerima laporan atas ketiga korban diantaranya Gilang (25), Oki Robiansah (22), dan  Syahrul Wahyudin.

Setelah menerima laporan terhadap ke tiga korban AKP Yusuf langsung melakukan pengejaran terhadap 2 orang tersangka.

Muhammad Haikal Maulana (21) dan Ridhoni Perdanawansyah (21) warga Burujul, Kelurahan Kota Kulon, Sumedang Selatan berhasil diamankan dengan barang bukti pakaian kedua pelaku, satu unit motor, dan helm milik korban.

“Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” ujar AKP Yusuf Maulana Bachtiar.




Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

Kolam retensi ke-10 berada di Komplek Dian Permai RW 12 (dok Pemkot Bandung).

Tampung 716 Meter Kubik Air, Kolam Retensi Ke-10 Hadir di Dian Permai

BANDUNG, Prolite – Di tengah musim kemarau yang kering dan suhu ekstrem akibat dampak El Nino, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan lagi kolam retensi di Babakan Ciparay.

Kolam yang berada di Babakan Ciparay ini berfungsi sebagai cadangan air di kala kemarau dan mengatasi genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi memaparkan, lokasi kolam kali ini berada di Komplek Dian Permai RW 12. Dipilihnya kawasan ini karena memang sebelumnya masih kerap ada genangan saat musim hujan.

dok Pemkot Bandung
dok Pemkot Bandung

“Lokasi kolam retensi di sini merupakan daerah yang rendah. Jadi, tepat untuk dibangun kolam retensi,” ungkap Didi saat meresmikan Kolam Retensi Dian Permai, Rabu 13 September 2023.

Kolam penyimpan cadangan air ini diharapkan tak hanya mengurangi genangan di RW 12, tapi juga bisa menyelesaikan masalah banjir di kawasan RW 09.

“Di sana memang dampaknya dari banjir di RW 12. Jadi kalau di RW 12 bisa dikurangi, maka dampak banjir di RW 09 itu otomatis berkurang juga,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kolam ini dikerjakan secara swakelola menggunakan alat berat DSDABM. Pengerjaannya dilakukan selama dua bulan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp175 juta. Luas keseluruhan mencapai meter persegi.

“Lahan 179 meter perseginya digunakan untuk kolam. Daya tampungnya bisa mencapai 716 meter kubik. Di sekitarnya, kami tanami 75 pohon pelindung,” ujar Didi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M Attauriq menyebutkan, pembangunan di musim kemarau merupakan hal yang tepat.

“Momen musim kemarau saat ini tepat untuk bangun kolam retensi. Jangan sampai dibangun saat banjir melanda,” kata Eric.

Ia menambahkan, di tahun 2023 akan ada 3 kolam retensi yang dibangun, salah satunya di Dian Permai. Kemudian satu lagi kolam retensi di Bandung Inten Indah, Kelurahan Derwati. Lalu satu lagi di Margahayu, Kelurahan Sekejati.

Menurutnya, kolam retensi merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadapi kemungkinan bencana akibat dari El Nino saat ini.

“El Nino sekarang menjadi periode terpanas yang akan berlangsung sampai pertengahan tahun 2024. Dengan ini kita sudah siap membuat kolam, sehingga pada saat bencana datang sudah bisa dicegah terlebih dahulu,” akunya.

Selain itu, dengan hadirnya kolam menampung air, fungsinya juga bisa dijadikan sebagai area publik dan spot wisata bagi warga sekitar. Di samping fungsi utamanya sebagai konservasi air dan cadangan air saat masa kritis.

“Kota Bandung sudah memiliki beberapa infrastruktur penangkap air tanah, antara lain lebih dari 20 sumur resapan dalam, 647 sumur resapan dangkal, dan lebih dari drumpori,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menilai, salah satu solusi penanganan banjir. Berdasarkan RPJMD 2018-2023, Pemkot menargetkan pembangunan 7 kolam retensi.

“Tapi realnya justru sudah ada 10 di Kota Bandung. Kami dari DPRD Kota Bandung memberikan apresiasi kepada Pemkot Bandung yang sudah mencapai target optimal bahkan melebihi dari kolam retensi ini. Mohon bisa memelihara yang sudah dibangun, sehingga kebermanfaatannya bisa lebih optimal,” harap Yudi.

Sebab, ia menjelaskan, tutupan lahan di Kota Bandung sudah lebih dari 80 persen. Sehingga, lahan yang tersisa harus benar-benar dioptimalkan dengan bijak.

“Kita kekurangan ruang untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur. Dengan memanfaatkan ruang-ruang yang dimiliki Pemkot Bandung, kita bisa optimalkan parkir air dengan baik. Soalnya sisa-sisa lahan ini punya kepentingan. Ada yang untuk perumahan, fasilitas umum, dan sosial,” lanjutnya.




Penusukan oleh Orang Tak Dikenal , Korban Alami Luka di Punggung

Ilustrasi Penusukan (Liputan6.com).

Korban Penusukan YP Alami Luka di Punggung

BANDUNG, Prolite – Penusukan warga Kota Bandung Berinisal YP oleh orang tak dikenal di Jalan AH. Nasution.

Peristiwa penusukan yang terjadi bermula karena senggolan dan beradu mulut di jalan raya pada Hari Jumat .

YP warga Kota Bandung yang berusia 42 tahun harus dilarikan RSUD Ujung Berung dan mendapat jahitan akibat luka tusuk di punggung.

Peristiwa bermula saat YP melintas di Jalan AH Nasution tiba-tiba korban dan pelaku terlibat insiden di jalan raya.

Setelah terjadi insiden korban dan pelaku terlibat adu mulut yang tak terhindarkan, hingga tiba-tiba sang pelaku langsung mengambil senjata tajam dan kemudian melukai korban di bagian punggung belakang.

Setelah melakukan penusukan terhadap korban pelaku langsung melarikan diri.

Tribun
Tribun

Akibat penusukan yang dilakukan oleh pelaku kini korban YP mengalami luka yang cukup serius dan harus menjalani perawatan di RSUD Ujung Berung.

Kapolsek Ujungberung, Kompol Subana menerangkan, bahwa benar sudah ada peristiwa tersebut dan dialami oleh korban YP di Jalan AH Nasution.

“Korban dan pelaku senggolan di jalan. Emosi tak terkendali. Diduga senjata tajam atau apa, pelaku melukai korban,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (8/9).

Subana mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Korban pun sudah dimintai keterangannya guna mengetahui ciri-ciri pelaku.

“Interogasi ke korban sudah kami lakukan. Saat ini korban pun masih dirawat karena luka yang dideritanya,” pungkasnya.