Nama cuanki sendiri sering diartikan sebagai singkatan dari “Cari Uang Jalan Kaki”, merujuk pada cara berjualan pedagangnya di masa lalu. Mereka memikul dagangan sambil berkeliling dari satu kawasan ke kawasan lain. Cara ini membuat cuanki sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bandung sejak dulu.
Dari Pikulan ke Pinggir Jalan
Pada masa lalu, pedagang cuanki identik dengan pikulan bambu dan suara khas yang menandakan dagangan mereka datang. Seiring perkembangan zaman, cara berjualan cuanki pun ikut berubah. Kini, banyak pedagang cuanki yang menetap di satu lokasi, terutama di pinggir jalan.
Dengan lampu penerangan seadanya, para pedagang tetap setia melayani pembeli, terutama saat sore hingga malam hari. Salah satu kawasan yang terkenal dengan deretan pedagang cuanki adalah Jalan Surapati, Bandung. Di sepanjang jalan ini, penjual cuanki tampak berjajar rapi dan selalu ramai pembeli.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan