Cuaca Kota Bandung Diprediksi Mendung dan Hujan, Farhan: Tetap Waspada

cuaca Kota Bandung

BANDUNG, Prolite – Prediksi cuaca Kota Bandung saat ini oleh BMKG akan terasa mendung hujan hingga jarang tersinari matahari.

Menanggapi itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku telah melakukan. pertemuan bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat di Kuningan dan Kepala BMKG Jawa Barat yang mengatakan bahwa cuaca Kota Bandung dan sekitarnya hujannya adalah menengah ke rendah.

“Namun, kita tidak boleh tidak waspada. Bencana pergerakan tanah, kita lihat ini sudah mulai terjadi. Saya sudah curiga, dari sejak April tahun lalu, jalan-jalan Kota Bandung ini sudah mulai pergerakan tanah mikro. Kenapa? Indikasinya adalah, walaupun cuaca Kota Bandung lagi tidak ada apa-apa, itu ada rumah rubuh. Rumah-rumah yang memang umurnya sudah lebih rentan, ini sekarang kita sedang waspadai untuk menghadapi risiko bencana longsor di sempadan sungai,” ujar Farhan.

Untuk itu, Pemkot Bandung sekarang terus membereskan dan memperbaiki drainase ataupun dinding sempadan sungai dititik-titik rawan.

“Jangan sampai ketika cuaca Kota Bandung curah hujannya sudah sangat besar, baru kita bertindak, ya akan terlambat. Nah, salah satu yang paling menantang sekarang ini, kalau teman-teman mau lihat, di depannya Hotel Grand Tjokro, di Jalan Ciamplas, itu kirmirnya selalu longsor. Jalan tidak tergangunya juga selalu longsor, kenapa? Enggak hujan saja, airnya sangat deras. Itu salah satu tantangan yang kita hadapi,” ucapnya.

Untuk daerah-daerah yang tidak curam. Farhan Menyampaikan yang paling bermasalah itu ada di dua titik. Pertama di daerah Rancanumpang, dan di daerah Cibaduyut.

Hasil analisisnya menunjukkan itu perlu ada perbaikan drainase. Namun, menurutnya ada masalah sistem hidrologi yang jauh lebih luas dari itu.

“Contohnya di Rancasari, itu menyangkut masalah pengelolaan sistem sungai Cinambo, itu mesti kita perhatikan. Nah, sementara di Cibaduyut itu adalah masalah bagaimana drainase kemudian mengarah ke daerah yang lebih rendah, di daerah selatan kota Bandung, yang merupakan perbatasan kota dan Kabupaten. Maka, kita harus bisa memikirkan sebuah cara agar aliran sungai dan hidrologinya itu tidak semuanya terbuang ke arah kabupaten,” tuturnya.

“Karena kita juga tidak mau saudara-saudara kita di Kabupaten itu kemudian menilai banjirnya ialah kirimannya dari Kota Bandung. Nah, itu mesti ada pengelolaan hidrologinya yang sama,” ucapnya.

Masih kata Farhan saat ini yang bisa dilakukan adalah memperbaiki drainase dan membangun kolam retensi. Tetapi kolam retensi juga ada batasnya, sedang untuk sungai tidak ada batasnya.

“Nah, ini bahaya yang sedang kita olah terus sedemikian rupa, sehingga masalah banjir bisa diminimalisir. Apakah bisa hilang tahun ini? Saya khawatir enggak. Tapi apakah bisa diminimalisir? Insya Allah. Terutama di daerah-daerah pemukiman yang sudah kami sentuh melalui program Prakarsa. Karena Prakarsa sudah merata sekarang, di 1597 RW. Sedangkan untuk banjir di jalanan, itu memang masih kita bereskan, terutama masalah drainase, belum 100%,” tegasnya.