Buruan SAE Panen Cabe Rawit, Upaya Kendalikan InflasiĀ 

Buruan SAE

Buruan SAE Panen Cabe Rawit, Upaya Kendalikan Inflasi

BANDUNG, Prolite – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyampaikan panen di Buruan SAE RW 08, Kelurahan Pasirkaliki ini merupakan panen guna mengendalikan inflasi.

Pasalnya tanaman cabe rawit, cabe merah besar, dan bawang merah menjadi beberapa komoditi pangan berdampak pada inflasi.

“Ini salah satu kelompok yang hari ini panen dari 375 kelompok Buruan SAE yang kita punya. Kita fokus kembangkan secara masif lagi kebiasan menanam,” jelas Gin Gin.

Karena untuk mengendalikan inflasi bahkan Pemkot Bandung fokus mengalokasikan anggaran khusus di kelurahan perbanyak guna menanam tanaman inflasi.

Harga daging ayam dan telur - buruan sae
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar.

“Ada juga bantuan CSR kelompok usaha memperbesar tanaman ini agar lebih masif, termasuk BI sudah dilaksanakan organic tower garden (OTG) sebagai media tanam praktis dan fungsi pemilahan sampah. Namun disini khusus ditanami bawang merah,” jelasnya.

“Nah dengan ini inflasi selama sudah terkendali bisa lebih terkendali lagi dan ini masalah kedepan kita setiap kota itu inflasi mendapat perhatian dari pusat agar mewanti-wanti perhatikan mengendalikan inflasi,” ucapnya.

Lanjut Gin Gin, dari 96,42% ketergantungan bahan pangan adanya buruan SAE di Kota Bandung bisa menurun menjadi 92,12% atau hampir 4% ketergantungan kita menurun. Data tersebut dikuatkan hasil sensus pertanian oleh BPS tahun kemarin dan usaha pertanian perkotaan meningkat cukup signifikan membantu terhadap pemenuhan pangan secara mandiri Kota Bandung.

Karenanya tahun ini DKPP menargetkan kembali kelompok baru Buruan SAE sekitar 100 kelompok.

“Saya yakin data lebih besar kelompok berkembang sendiri tanpa suport langsung dari dinas maupun pemerintah, apalagi tadi ada program tambahan,” tandasnya.