Menurutnya, roadmap ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang ECCE yang telah diadopsi.

“Berdasarkan komitmen bersama tersebut, penyusunan roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan aspirasi menjadi aksi yang terkoordinasi dan terukur,” ungkap Mu’ti.

Ia menekankan tantangan utama saat ini bukan lagi pada komitmen, melainkan implementasi di lapangan.

“Meskipun komitmen ini memberikan fondasi yang kuat, tantangan kita bersama terletak pada implementasi yang efektif. Sangat penting bagi kita untuk melampaui komitmen kebijakan menuju hasil nyata yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anak,” tandasnya.

Roadmap ini juga dilengkapi dengan pendekatan implementasi yang terstruktur, mulai dari analisis hingga evaluasi.

“Ketujuh prioritas tersebut didukung oleh pendekatan bertahap yang mencakup analisis situasi, pengembangan kebijakan, implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta berbagi pengetahuan,” papat Mu’ti.

Rizki Oktaviani
Editor