“Makanya kami tidak hanya mengajarkan praktik pembuatan, tapi juga pengetahuan teori yang sangat detail, mulai dari spesfikiasi dan kandungan gizi karena terigu Bogasari sudah wajib fortifikasi sejak tahun 2001, sampai dengan cara perhitungan keuntungan atau harga pokok penjualan (HPP) kepada para siswa dan guru,” jelas Irvan Indrayana, baker senior dari Bogasari Baking Center.

Di hari acara penandatanganan MoU di sekolah, Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang Rohmatul Fajri mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada Bogasari karena menjadi SMK pertama yang berhasil menjalin kerja sama dengan Bogasari. Rohamtul percaya, dengan kapasitas Bogasari sebagai industry terigu terbesar di Indonesia pasti banyak ilmu yang akan berguna untuk guru dan siswa. Apalagi, SMKN 2 Pandeglang baru saja ditetapkan jadi TEFA dan ditargetkan jadi BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah).

“Jadi serap ilmu sebanyak-banyaknya dari Bogasari selama pelatihan dua hari ini dan sesi berikutnya. Tidak hanya siswa, tapi terutama lagi para guru agar bias digunakan dalam pengembangan pengajaran buat siswa lainnya di generasi berikutya. Tidak mudah pastinya mendapat kesempatan bekerja sama dengan perusahaan Bogasari. Ini kesempatan emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ucap Plt Kepala SMKN 2 Pandeglang dalam sambutan di hadapan siswa dan guru.

Ananditha Nursyifa
Editor