Pada aspek drainase, penanganan genangan menunjukkan perkembangan bertahap. Dari 68 titik genangan yang menjadi indikator pengukuran, 61 titik telah tertangani, sementara 7 titik lainnya masih dalam proses penanganan, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang lebih kompleks dan kepadatan aktivitas tinggi.

Untuk mendukung hal tersebut, berbagai intervensi dilakukan, antara lain pembangunan kolam retensi dan rumah pompa, normalisasi sungai sepanjang 14,33 kilometer, serta pembangunan dan rehabilitasi drainase perkotaan. Upaya ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi jaringan eksisting di lapangan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur yang sudah ada dapat berfungsi optimal sebelum melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Fokus kami saat ini adalah pemeliharaan dan penanganan titik-titik prioritas yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu kami memastikan kondisi jalan, trotoar, dan sistem drainase tetap berfungsi dengan baik melalui perbaikan yang dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Ananditha Nursyifa
Editor