Ayo Kurangi Gula, Garam, dan Lemak

Kota Bandung, Prolitenews – Terlalu banyak penyakit menyerang saat ini baik pada anak, remaja, ataupun dewasa. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meluncurkan kampanye ”Ayo Kurangi Gula, Garam dan Lemak, agar Hidup Sehat, Kuat dan Pintar”.
“Nah, kampanye-nya itu adalah kurangi GGL, kurangi gula, garam, dan lemak, khusus anak-anak sekolah, karena dari anak-anak sekolah ini kita harapkan pendidikannya mulai dari awal hingga tumbuh kesadaran untuk gaya hidup sehat, itu kira-kira,” jelas Farhan usai memberikan sambutan kegiatan di SDI Al Azhar 36 Bandung, Jl. Palasari No.9 Kel. Lingkar Selatan, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Senin 2 Maret 2026.
Lanjutnya kampanye dilakukan bersama dengan ketua Dewan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan serta Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.
“Yang mana kita ini adalah bagian dari jaringan Partnership for Healthy Cities. Ini jaringan internasional untuk kota-kota yang fokus kepada kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkan Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, bahwa ia mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung untuk melakukan kampanye pengurangan konsumsi GGL tersebut.
Menurutnya kampanye pengurangan kandungan gula, garam, dan lemak ini, dipastikan berpengaruh baik di 20-30 tahun yang akan datang.
“Karena itu sekali lagi kami apresiasi dan ke depan bukan sekedar buat anak-anaknya tentu saja buat para orang tuanya ini yang harus dikasih tau, ya diingatkan kepada para orang tua, dan mudah-mudahan bahkan ke depan, lebih jauh daripada itu kita juga harus ada kebijakan-kebijakan yang membuat bukan sekedar upaya sosialisasi kepada anak-anak, tapi bagaimana pengaturan apa ya, pengaturan distribusi terkait dengan makanan-makanan yang jumlah kadar gula dan garamnya sangat tinggi,” harapnya.
Farhan kembali menyampaikan bahwa tidak mungkin melakukan pembatasan untuk perdagangan tapi menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk secara sadar mengurangi konsumsi gula.
“Jadi kita akan lihat nanti, jangan sampai di kantin sekolah itu lebih banyak didominasi oleh minuman-minuman yang kandungan gulanya tinggi,” ucapnya.