Apa Itu Pubertas Dini ? Gejala Langka yang Terjadi pada Satu dari 5000 Anak-anak

Ilustrasi Pubertas Dini (Alodokter).

Apa Itu Pubertas Dini ? Gejala Langka yang Terjadi pada Satu dari 5000 Anak-anak

Prolite – Apa itu pubertas dini? Masa Pubertas mungkin akan di rasa wajar untuk anak-anak yang sudah menginjak di usia 10 tahun, namun apa jadinya kalau anak-anak mengalami pubertas di bawah usia 8 tahun?

Dalam artikel ini kami akan menjelaskan mengenai apa itu pubertas dini dan apa gejala yang ditimbulkan untuk mengenalnya.

Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya.

Anak perempuan dianggap mengalami masalah ini ketika pubertas terjadi sebelum usianya mencapai 8 tahun. Sementara pada anak laki-laki, pubertas dini terjadi sebelum usia 9 tahun.

Anak-anak akan dinyatakan pubertas ketika beberapa perubahan bentuk dan ukuran tubuh, perkembangan tulang dan otot serta perkembangan alat reproduksi baik pada perempuan maupun laki-laki.

Pubertas dini merupakan kejadian langka pasalnya hanya terjadi pada satu dari 5000 anak.

Meski masalah ini dibilang kejadian langka namun kita sebagai orang tua perlu mengetahui apakah anak kita termasuk dalam satu dari 5000 anak tersebut apa bukan.

Pubertas normal terjadi di awal masa remaja, ketika anak sudah berusia 10 tahun ke atas. Pubertas dipicu oleh hormon gonadotropin (GnRH), yaitu hormon yang merangsang produksi hormon esterogen pada anak perempuan dan hormon testosteron pada anak laki-laki.

Pada hal ini, pubertas terjadi lebih awal. Ada dua jenis pubertas dini, yaitu yang disebabkan oleh pelepasan hormon gonadotropin sama seperti pubertas normal (central precocious puberty), dan yang tidak disebabkan hormon GnRH (peripheral precocious puberty).

Kedua jenis pubertas dini ini sama-sama meningkatkan produksi homon estrogen dan testosteron dalam tubuh.

Gejala atau tanda maslah ini sama dengan gejala pubertas pada umumnya, tetapi gejala-gejala ini terjadi jauh lebih awal.

Anak perempuan dikatakan mengalami ini ketika pubertasnya terjadi sebelum usia 8 tahun. Pubertas dini tersebut ditandai dengan pertumbuhan payudara dan menstruasi pertama yang lebih awal.

Dalam hal ini anak-anak akan di nyatakan mengalami masalah tersebut setelah menjalani beberapa pemeriksaan dari dokter.

Dokter akan menanyakan gejala dan penyakit yang pernah atau sedang diderita oleh anak dan keluarganya. Dokter juga akan memeriksa perubahan fisik pada tubuh anak, serta melakukan tes darah dan tes urine, untuk memeriksa kadar hormon dalam tubuh anak.

Selanjutnya, dokter akan melakukan stimulasi GnRH untuk mencari tahu jenis masalah yang diderita anak. Pada tes ini, dokter akan mengambil sampel darah anak, lalu menyuntik anak dengan hormon GnRH. Setelah itu, dokter akan melakukan pengambilan sampel darah lagi setelah beberapa waktu.