Tjhin mengungkap, GB ditandai dengan perubahan suasana hati yang intens antara keadaan depresif yang mendalam dan juga episode mania.

  • ITB

    Faktor genetik
    Gangguan bipolar lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

  • Ketidakseimbangan kimia otak
    Perubahan kadar neurotransmiter, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin, dapat memengaruhi suasana hati dan memicu episode bipolar.
  • Faktor lingkungan
    Kondisi tertentu dapat memicu atau memperparah gejala, seperti stres berat, trauma, kehilangan orang terdekat, atau perubahan besar dalam hidup.
  • Gaya hidup dan penggunaan zat
    Kurang tidur, pola hidup tidak teratur, serta konsumsi alkohol atau narkoba dapat meningkatkan risiko kambuhnya episode bipolar.

 

“GB terjadi karena beberapa faktor risiko seperti genetik, lingkungan, neurobiologis, dan psikososial. Beberapa gejala yang bisa dikenali seperti episode mania atau suasana emosi mudah marah, episode depresi atau suasana sedih mendalam dan keinginan bunuh diri, dan campuran antara keduanya,” ujar Tjhin.

Rizki Oktaviani
Editor