PBB Umumkan Ancaman Baru : Bumi Menghadapi Kenaikan Suhu Ekstrem

Prolite – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Badan Meteorologi Dunia (WMO) telah memberikan pengumuman bahwa kita sedang menghadapi ‘petaka baru’ di Bumi.

Mereka memberi tahu semua pemerintahan di seluruh dunia untuk bersiap-siap menghadapi cuaca yang ekstrem dan suhu tertinggi dalam beberapa bulan ke depan. Ini terkait dengan munculnya fenomena El Nino yang sedang berlangsung.

El Nino membawa suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya. Dan inilah yang menjadi perhatian besar, karena fenomena ini bisa berdampak besar pada cuaca di bumi kita. Artinya, bumi kita bisa jadi lebih panas dari biasanya dan memicu kekeringan yang parah.

Menanggapi dimulainya fenomena El Nino, Sekretaris Jenderal WMO, Petteri Taalas, menyampaikan pernyataan yang cukup mencemaskan.

YouTube-Universal Postal Union

“Dimulainya El Nino akan sangat meningkatkan kemungkinan terpecahnya rekor suhu dan memicu gelombang panas yang lebih ekstrem di banyak bagian dunia, baik di daratan maupun lautan,” ujarnya seperti dilansir oleh CNN International pada Sabtu (15/7/2023).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa El Nino dapat berdampak serius pada suhu global dan memperparah kondisi panas yang sudah ekstrem di berbagai wilayah.

Petteri Taalas juga menekankan bahwa pernyataannya merupakan sinyal penting bagi pemerintah di seluruh dunia. Tujuannya adalah agar pemerintah segera melakukan persiapan yang diperlukan guna membatasi dampak El Nino terhadap kesehatan, ekosistem, dan ekonomi.

Suhu Bumi Mencapai Angka Tertinggi Dalam 3 Tahun Terakhir

Bumi
Foto : Shutterstock

Dalam tiga tahun terakhir, Bumi telah mencatatkan suhu yang mencapai angka tertinggi. Hal ini terjadi meskipun sedang berlangsung fase La Nina yang seharusnya ditandai dengan suhu lautan yang lebih dingin dari rata-rata.

WMO menjelaskan bahwa kombinasi kuat antara El Nino dan pemanasan yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil manusia menjadikan tahun 2016 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.

Menurut WMO, munculnya El Nino pertama dalam tujuh tahun terakhir ini berpotensi membuat tahun 2023 atau 2024 melampaui rekor suhu yang tercatat pada 2016.

Mereka juga memperkirakan bahwa El Nino akan berlanjut selama paruh kedua tahun 2023 dengan kekuatan sedang, dengan probabilitas mencapai 90%.

WMO mengingatkan akan pentingnya peringatan dini dan tindakan antisipatif menghadapi peristiwa cuaca ekstrem yang terkait dengan fenomena iklim ini. Hal ini penting untuk melindungi nyawa dan mata pencaharian masyarakat.

Suhu Rata-Rata Harian Bumi Melonjak Tinggi

Bumi
iStockphoto

Sementara itu, CNBC International melaporkan bahwa suhu rata-rata harian Bumi mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 17,23 derajat Celsius pada Kamis (6/7/2023). Tidak hanya itu, angka ini bahkan melampaui dua rekor panas sebelumnya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam berita yang sama, layanan perubahan iklim Uni Eropa juga mengonfirmasi bahwa bulan Juni baru-baru ini menjadi bulan terpanas dalam sejarah, dengan suhu permukaan laut yang belum pernah terjadi sebelumnya dan rekor minimum es laut Antartika.

Prestasi ini dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa dan menggambarkan betapa signifikannya perubahan iklim yang kita alami saat ini.

Chris Hewitt, direktur layanan iklim Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyampaikan bahwa kita saat ini berada di wilayah yang belum dipetakan dan kita bisa mengekspektasikan lebih banyak rekor yang terpecahkan seiring perkembangan El Nino.

Dampak dari fenomena ini diprediksi akan berlanjut hingga tahun 2024. Pernyataannya menyoroti kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam memahami dan mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi.

Menghadapi situasi ini, penting bagi kita untuk terus meningkatkan pemahaman kita tentang perubahan iklim, serta mengambil tindakan pencegahan dan penyesuaian yang sesuai.

Dengan memperhatikan peringatan para ahli dan mengambil langkah-langkah proaktif, kita dapat berkontribusi dalam melindungi planet ini dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.