7 Fakta Horor Hutan Aokigahara yang Bikin Merinding

7 Fakta Horor Hutan Aokigahara yang Bikin Merinding
Prolite – Aokigahara Forest di Jepang terkenal dengan image ‘horor’ nya.
Bagaimana tidak, hutan lebat dan luas yang letaknya di samping Gunung Fuji ini menjadi tempat untuk orang-orang melakukan bunuh diri.
Ternyata, ada beberapa fakta mengerikan dari hutan ini yang perlu kamu ketahui. Berikut fakta-faktanya.
1. Hutan Aokigahara Adalah Destinasi Bunuh Diri Paling Populer di Dunia
Statik tingkat bunuh diri di hutan Aokigahara tidak dapat diprediksi.
Penyebab terbesarnya adalah karena hutannya yang terlalu lebat hingga banyak mayat yang tidak bisa ditemukan sampai bertahun-tahun, bahkan bisa tidak pernah ditemukan.
Diperkirakan ada 100 orang per tahun yang bunuh diri di Aokigahara.
2. Aokigahara Menyeramkan Secara Alami
Selain karena reputasinya sebagai hutan bunuh diri, Aokigahara memang memiliki suasana menyeramkan secara alami.
Pohon-pohon tinggi yang rapat, tanah yang tidak rata dan penuh lubang, dan banyaknya goa.
Tetapi yang paling mengerikan adalah suasana sepi dan sunyi, membuat orang yang datang berhalusinasi tentang hal-hal menyeramkan.
3. Jepang Memiliki Tradisi Bunuh Diri yang Panjang
Seppuku, adalah tradisi bunuh diri Samurai yang dianggap terhormat.
Meskipun tradisi ini sudah tidak dipraktekkan lagi, tapi hal ini meninggalkan bekas.
“Sisa-sisa tradisi seppuku masih bisa dilihat hari ini, di mana bunuh diri dipandang sebagai cara untuk mengambil tanggung jawab.”
Kata Yoshinori Cho, penulis buku “Why Do People Commit Suicide?”.
4. Jepang Memiliki Angka Bunuh Diri Tertinggi ke 3 di Dunia
Krisis finansial di Jepang pada tahun 2008 menyebabkan total kasus bunuh diri tercatat pada Januari 2009, meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.
Kesehatan mental, masalah keluarga, masalah finansial, dan kehilangan pekerjaan menjadi penyebab terbesarnya.
5. Percobaan Pencegahan Bunuh Diri di Jepang
Karena tingkat bunuh diri yang tinggi, pemerintah Jepang berencana melakukan aksi pencegahan yang bertujuan untuk mengurangi angka tersebut sebesar 20 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Bagian dari aksi pencegahan tersebut termasuk memasang kamera keamanan di pintu masuk hutan Aokigahara dan meningkatkan patroli, juga memasang rambu-rambu di jalan setapak Aokigahara yang bertuliskan “Pikirkan baik-baik tentang anak-anak dan keluarga anda”, atau “hHdup anda adalah hadiah berharga pemberian orangtua”.
6. Hutan Berhantu
Beberapa orang percaya bahwa hantu atau yurei dari roh-roh korban praktik ubasute dan para korban bunuh diri berusaha memikat pengunjung yang sedang sedih dan kehilangan arah untuk melakukan bunuh diri.
7. Tidak Bisa Memanggil Bantuan
Tanah di Aokigahara kaya dengan besi magnet. Sinyal ponsel, GPS, dan bahkan kompas sekalipun tidak akan berguna disini.
Inilah kenapa pengunjung biasanya menggunakan pita perekat sebagai penanda jalan mereka.
Tapi ternyata banyak juga masyarakat yang berpikir bahwa fenomena tersebut adalah bukti dari hantu dan kegelapan yang ada di hutan ini.