Farhan mengungkapkan, insiden serupa pernah terjadi di lokasi tersebut dan membutuhkan waktu hingga dua bulan untuk benar-benar padam.
Namun kali ini petugas optimistis proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat.
“Insyaallah dengan metode yang baru, tiga hari selesai,” ujar Farhan.
Penanganan ini melibatkan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), BPBD, unsur TNI, serta berbagai instansi terkait.
Selain fokus pada pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan kualitas udara dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.
Farhan menyebut penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah di bawah permukaan.
“Belum tahu penyebab pastinya. Kemungkinan besar karena tumpukan sampah yang sudah sangat banyak sehingga menghasilkan gas metan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung berharap proses pemadaman dapat berjalan sesuai target sehingga dampak asap terhadap warga dapat segera berakhir.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan